Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

KOI Protes Keras! Timnas Indonesia Terancam Gagal Tampil di Asian Games 2026

by Teguh Imam Suyudi
20 Februari 2026 | 22:00
in Olah Raga
jadwal-fifa-series-2026-indonesia

Ilustrasi Timnas PSSI latihan di Stadion GBK dibuat oleh ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) resmi melayangkan protes kepada Olympic Council of Asia (OCA) terkait potensi absennya Timnas Sepak Bola Indonesia di ajang Asian Games 2026.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menyikapi perubahan regulasi yang dinilai merugikan Indonesia.

“Iya, pasti dong (kami protes ke OCA),” ujar Oktohari kepada wartawan di Jakarta, Jum’at, 20/2/2026.

Perubahan aturan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Asian Football Confederation (AFC) dan OCA yang menetapkan hanya 16 tim peserta AFC U-23 Asian Cup 2026 yang berhak tampil di cabang sepak bola putra Asian Games 2026.

Regulasi Baru Dinilai Tidak Lazim

Menurut Oktohari, mekanisme tanpa babak kualifikasi dalam cabang sepak bola Asian Games adalah hal yang tidak biasa.

Biasanya, seluruh negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi melalui sistem kualifikasi terbuka. Namun kali ini, partisipasi ditentukan berdasarkan status sebagai kontestan Piala Asia U-23 2026.

KOI menilai kebijakan tersebut:

  • Tidak disosialisasikan secara menyeluruh
  • Berpotensi merugikan Indonesia
  • Tidak mencerminkan asas keadilan kompetisi

Oktohari bahkan telah menyampaikan protes langsung kepada Presiden OCA, Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah.

PSSI Belum Terima Surat Resmi Pembatalan

Sementara itu, PSSI memastikan hingga kini belum menerima surat resmi terkait pembatalan keikutsertaan Indonesia di Asian Games 2026.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyatakan pihaknya masih menunggu kepastian.

“Sampai dengan saat ini kami belum mendapatkan surat resmi bahwa kita tidak ikut dalam Asian Games di Jepang,” ujar Sumardji di Stadion Indomilk Arena, Tangerang.

Isu ini mencuat setelah media Vietnam memberitakan bahwa Indonesia tak dapat berpartisipasi karena tidak lolos Piala Asia U-23 2026.

READ  Jadwal Liga 1 Pekan ke-3 Hari ini, Jumat 14 Juli

Dampak Besar bagi Sepak Bola Indonesia

Sepak bola merupakan cabang olahraga dengan basis penggemar terbesar di Indonesia. Jika Timnas benar-benar gagal tampil, dampaknya akan terasa besar, baik secara prestasi maupun persiapan jangka panjang menuju kompetisi internasional lainnya.

KOI memastikan akan terus menyuarakan keberatan ini demi menjaga kepentingan olahraga nasional.

Kini publik menunggu keputusan resmi dari OCA dan AFC. Apakah regulasi ini akan direvisi, atau Indonesia benar-benar harus absen dari panggung Asian Games 2026?

Tags: Asian Games 2026Timnas Indonesia
Previous Post

1,2 Juta Rekening Bank Bocor! Pemerintah Prancis Akui Basis Data Nasional Diretas

Next Post

Puasa Nahan Lapar, Sekalian Nahan Pengeluaran? Kenapa Nggak!

Next Post
tips-hemat-ramadan-dompet-aman

Puasa Nahan Lapar, Sekalian Nahan Pengeluaran? Kenapa Nggak!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Terkait lama perjalanan, KA (185A) Blambangan Ekspres dicatat berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 14.50 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 07.15 WIB. Adapun KA (186A) Blambangan Ekspres berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 12.15 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 04.55 WIB

Mulai Hari Ini, KAI Ubah Jadwal Keberangkatan Kereta

1 Juli 2024 | 15:00
Menurut Samsul Hidayat, pengembangan ETF emas merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self regulatory organizations (SROs), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion serta seluruh pelaku industri pasar modal Indonesia.

Lima ETF Emas Baru Diluncurkan BEI

10 Agustus 2026 | 12:01
Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
Transnusa menargetkan tingkat keterisian penumpang atau load factor sebesar 75% dalam dua bulan pertama dan kemudian meningkat menjadi 80% seiring dengan pertumbuhan permintaan. Dan guna menarik penumpang pada tahap awal pengoperasian rute, Transnusa menawarkan tarif mulai Rp2,799 juta untuk penerbangan sekali jalan.

TransNusa Buka Rute Langsung Jakarta-Bangkok, Tarif Mulai Rp2,799 juta  

10 Agustus 2026 | 11:16
Hal ini karena keduanya telah memalsukan laporan keuangan Sritex pada 2017 hingga 2019, termasuk laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2020. Pemalsuan dilakukan untuk memperoleh fasilitas kredit dari Bank Jateng, Bank Jabar, dan Bank DKI. Menurut Hakim Rommel, dana kredit tersebut dipakai membeli kendaraan, tanah, properti, dan apartemen. Padahal dana itu seharusnya digunakan untuk membayar kewajiban kepada pemasok. Sebagai akibatnya, Sritex gagal melunasi pinjaman kepada ketiga bank tersebut dan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp1,35 triliun, terdiri atas kerugian Bank Jateng Rp502 miliar, Bank Jabar Rp543 miliar, dan Bank DKI Rp180 miliar.

Lukminto Bersaudara Divonis 14 dan 12 Tahun Penjara Karena Terbukti Korupsi

8 Mei 2026 | 14:53
sapi perah bunting Japfa

Bagikan Ribuan Sapi Perah, JAPFA dan Greenfields Siap Dongkrak Produksi Susu Nasional

15 Juli 2025 | 17:48
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved