Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah Indonesia serius masuk ke industri semikonduktor global. Lewat kerja sama antara Danantara dan Arm Limited yang diteken di London, pemerintah menargetkan 15 ribu insinyur Indonesia menguasai teknologi desain chip dalam beberapa tahun ke depan.
Program ini jadi langkah strategis agar Indonesia tidak cuma jadi pengguna teknologi, tapi juga pemain penting di rantai pasok global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pelatihan akan dilakukan langsung dalam ekosistem Arm, salah satu raksasa desain chip dunia yang kuat di sektor pusat data dan kecerdasan buatan (AI).
Pemerintah bahkan menyiapkan dana awal sekitar 150 juta dolar AS untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional.
Selain pelatihan SDM, Indonesia juga menargetkan pengembangan enam desain chip nasional berbasis intellectual property (IP) yang akan dimiliki sendiri. Fokusnya mencakup otomotif, Internet of Things (IoT), data center, perangkat rumah tangga, hingga teknologi masa depan seperti autonomous vehicle dan quantum computing.
Program ini juga akan melibatkan kampus-kampus top seperti ITB, UGM, dan UI untuk memperkuat kemampuan software dan riset chip nasional.
Ke depan, pemerintah berharap kerja sama ini bisa membuka peluang investasi manufaktur chip di Indonesia. Langkah ini sekaligus jadi bagian strategi besar menuju Indonesia Emas 2045, dengan teknologi sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi.













