Jakarta, CoreNews.id – Uni Emirat Arab (UEA) resmi menarik duta besarnya dari Teheran sekaligus menutup kedutaan besar di Iran. Langkah itu diambil menyusul serangan rudal dan drone Iran ke wilayah UEA sejak Sabtu, 28 Februari 2026.
Selain menarik duta besar, UEA juga memulangkan seluruh staf diplomatiknya. Pemerintah UEA melalui Kementerian Luar Negeri (MoFA) menyatakan penutupan misi diplomatik merupakan respons atas serangan yang menargetkan wilayahnya.
“Uni Emirat Arab telah mengumumkan penutupan Kedutaan Besarnya di Tehran dan penarikan Duta Besarnya dari Republik Islam Iran, beserta seluruh anggota misi diplomatiknya. Hal ini sebagai tanggapan atas serangan rudal Iran yang terang-terangan menargetkan wilayah Uni Emirat Arab,” demikian pernyataan resmi, 2 Maret 2026.
UEA menilai serangan terhadap kawasan sipil, termasuk permukiman, bandara, dan pelabuhan, sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan sistem pertahanan udara mencegat 165 rudal balistik, dua rudal jelajah, serta 541 drone. Sebagian proyektil jatuh di laut maupun wilayah UEA dan menimbulkan kerusakan.
Serangan diduga menargetkan kompleks gedung di ibu kota Abu Dhabi, termasuk area dekat misi diplomatik asing. Dua orang dilaporkan terluka akibat puing-puing di kawasan Etihad Towers.













