Jakarta, CoreNews.id — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan pertumbuhan secara fantastis terkait jumlah nasabah BSI. Pada tahun 2025, jumlah nasabah BSI bertambah dari 2 juta nasabah menjadi lebih dari 23 juta, tertinggi sejak merger bank syariah pada 2021. Selain itu, total emas kelolaan perseroan mencapai 22,5 ton. Ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank emas di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo dalam siaran pers di Jakarta, (7/3/2026). Menurut Anggoro, bullion bank juga menjadi sumber pertumbuhan nasabah baru bagi BSI. Jumlah nasabah bullion bank meningkat lebih dari 400%. Dengan adanya layanan bullion pula, BSI kini memiliki ekosistem emas yang terintegrasi mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas, hingga BSI Gold.
Hingga Desember 2025, bisnis bullion juga memberikan kontribusi fee based emas dan menutup kinerja 2025 BSI dengan pertumbuhan yang solid di atas rata-rata industri. Per Desember 2025, aset BSI dicatat mencapai Rp456 triliun, tumbuh 11,64% (YoY). Pembiayaan meningkat 14,49% (YoY) dengan kualitas tetap terjaga, tercermin dari cost of financing (CoC) di level 0,84%. Di samping itu, Dana Pihak Ketiga tumbuh 16,20% (YoY) menjadi Rp380 triliun.*












