Jakarta, CoreNews.id – Menjelang Idulfitri, Bank Saqu menghadirkan kampanye “Awas Hantu Cyber” untuk mengedukasi nasabah agar waspada terhadap penipuan digital. Inisiatif ini merespons meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat selama Ramadan yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.
Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat Indonesia mengalami ratusan juta anomali trafik siber setiap tahunnya. Sementara laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kerugian akibat penipuan digital mencapai lebih dari Rp2,5 triliun pada 2024, dengan estimasi kerugian publik mencapai Rp6 triliun hingga September 2025.
Angela Lew Dermawan, Chief Digital & Retail Business Officer Bank Saqu, menjelaskan kampanye ini menggunakan pendekatan storytelling melalui personifikasi “Hantu Cyber” yang menggambarkan berbagai ancaman digital.
“Di era digital, ancaman kejahatan siber sering datang tanpa disadari. Kami ingin mengingatkan nasabah untuk waspada terhadap modus penipuan seperti phishing dan social engineering,” ujar Angela dalam keterangan resmi, Kamis (13/3/2026).
Kampanye ini akan hadir dalam serial konten edukasi di berbagai kanal digital Bank Saqu. Masyarakat diajak mengenali karakter “hantu cyber” yang merepresentasikan modus penipuan sekaligus mempelajari langkah menghindarinya.
Bank Saqu juga terus memperkuat sistem keamanan transaksi digital sebagai bagian dari komitmen menjadi mitra finansial yang mendampingi nasabah bertransaksi secara aman.













