Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Gen Z & Milenial Wajib Tahu! Cara Cerdas Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini Biar Gak Menyesal

by Teguh Imam Suyudi
26 Maret 2026 | 18:00
in Gaya Hidup
Ilustrasi Gen Z

Ilustrasi Gen Z (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Generasi Z dan milenial dikenal sebagai kelompok usia produktif yang tengah aktif mengejar karier, membangun penghasilan, hingga menikmati gaya hidup. Namun di balik itu, ada satu hal penting yang kerap terabaikan: persiapan dana pensiun sejak dini.

Padahal, dalam dua dekade ke depan, Indonesia diproyeksikan memasuki fase populasi menua. Artinya, generasi muda saat ini perlu mulai mempersiapkan kemandirian finansial sejak sekarang agar tidak mengalami kesulitan di masa tua.

Sayangnya, kesadaran tersebut masih tergolong rendah. Riset Bank DBS Indonesia bertajuk “Ageing Society 2025” mencatat bahwa 19 persen Gen Z usia 22–27 tahun dan 19 persen milenial usia 28–43 tahun di Asia Tenggara belum berkomitmen menabung untuk masa pensiun.

Di Indonesia sendiri, sekitar 100 juta orang berpotensi tidak memiliki tabungan pensiun pada 2038. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya tingkat menabung, yang rata-rata hanya sekitar 3 persen dari pendapatan—jauh dari rekomendasi ideal minimal 10 persen.

Pentingnya Perencanaan Pensiun Sejak Dini

Tanpa perencanaan yang matang, risiko finansial di masa tua semakin besar, mulai dari kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, biaya kesehatan, hingga ketergantungan pada orang lain.

Karena itu, perencanaan pensiun tidak lagi bisa ditunda. Kaum muda perlu mulai membangun strategi keuangan sejak dini agar dapat menikmati masa tua yang aman dan sejahtera.

5 Cara Cerdas Siapkan Dana Pensiun ala Gen Z & Milenial

1. Mulai Menabung Meski dari Nominal Kecil
Waktu adalah keunggulan terbesar generasi muda. Dengan investasi jangka panjang, efek compounding memungkinkan dana kecil berkembang signifikan. Menunda justru membuat target semakin berat.

2. Hitung Kebutuhan Pensiun Secara Menyeluruh
Pensiun bukan hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga gaya hidup. Aktivitas seperti traveling, olahraga, dan menjaga relasi sosial perlu diperhitungkan agar kualitas hidup tetap terjaga.

READ  DPLK Avrist Luncurkan SiPURNA untuk Pekerja Informal

Untuk membantu perencanaan, Gen Z dan milenial bisa memanfaatkan Retirement Goal Calculator dari Bank DBS Indonesia. Alat ini membantu menghitung kebutuhan dana pensiun secara komprehensif, termasuk aspek gaya hidup.

3. Susun Anggaran dengan Metode 50-30-20
Pengelolaan keuangan bisa dimulai dengan pembagian:

  • 50% untuk kebutuhan pokok
  • 30% untuk keinginan
  • 20% untuk tabungan dan investasi

Metode ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan tujuan jangka panjang.

4. Terapkan Strategi Investasi Sesuai Fase Hidup
Milenial umumnya dapat mengalokasikan investasi pada saham (60–70%), obligasi (20–30%), dan alternatif (10–15%).

Sementara Gen Z bisa memulai dari instrumen berisiko rendah seperti reksa dana pendapatan tetap atau obligasi ritel sebelum beralih ke instrumen yang lebih agresif.

5. Pahami Siklus Ekonomi
Strategi investasi tidak bisa statis. Memahami kondisi ekonomi—baik saat ekspansi maupun resesi—membantu menentukan langkah investasi yang tepat agar dana pensiun tetap aman.

Peran Teknologi dalam Perencanaan Pensiun

Perencanaan pensiun kini semakin mudah dengan dukungan teknologi. Retirement Goal Calculator dari Bank DBS Indonesia hadir untuk menyederhanakan proses yang sering dianggap kompleks.

Dengan pendekatan ini, generasi muda dapat tetap menikmati hidup saat ini tanpa mengabaikan masa depan.

Komitmen dan Konsistensi Jadi Kunci

Head of Market Intelligence, Consumer Banking Group, PT Bank DBS Indonesia Boy Suhendry, 26/3/2026, menegaskan pentingnya memulai sejak dini.

Ia menyebutkan bahwa instrumen terdiversifikasi seperti reksa dana dapat menjadi langkah awal yang efektif karena mampu mengelola risiko sekaligus memberikan potensi imbal hasil optimal.

Menurutnya, mempersiapkan dana pensiun bukan sekadar menabung, tetapi juga memahami strategi dan menjalankannya secara disiplin.

Tags: Dana PensiunGen Z FinanceMilenial Cerdas
Previous Post

DPR Apresiasi Kinerja Pemerintah Jaga Pasokan BBM Selama Lebaran 2026

Next Post

Klik Portal.snpmb.id! Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Resmi Dibuka Siang Ini, Kuota Terbatas!

Next Post
kemdiktisaintek-minta-kampus-serius-bina-maba-usai-kasus-unsri

Klik Portal.snpmb.id! Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Resmi Dibuka Siang Ini, Kuota Terbatas!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Gedung Kemenkeu

Kementerian Keuangan Kehilangan Dividen BUMN Rp90 Triliun, Siapkan Strategi Pengganti

8 Mei 2025 | 21:00
PT Synnex Metrodata Indonesia

PT. Synnex Metrodata Indonesia Bergabung dengan Cyble Partner Network Sebagai Distributor Cyble Untuk Indonesia

19 Januari 2024 | 09:00
Tak hanya berdampak pada tekanan darah, kebiasaan makan mi instan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memengaruhi kerja hormon yang mengatur siklus tidur serta metabolisme tubuh. Di mana efeknya bahkan bisa dirasakan keesokan hari, mulai dari sakit kepala saat bangun tidur, tubuh terasa lelah, hingga tekanan darah yang tetap tinggi.

Makan Mi Instan Larut Malam Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

5 Juni 2026 | 13:08
Menurut Samsul Hidayat, pengembangan ETF emas merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self regulatory organizations (SROs), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion serta seluruh pelaku industri pasar modal Indonesia.

Lima ETF Emas Baru Diluncurkan BEI

10 Agustus 2026 | 12:01
Transnusa menargetkan tingkat keterisian penumpang atau load factor sebesar 75% dalam dua bulan pertama dan kemudian meningkat menjadi 80% seiring dengan pertumbuhan permintaan. Dan guna menarik penumpang pada tahap awal pengoperasian rute, Transnusa menawarkan tarif mulai Rp2,799 juta untuk penerbangan sekali jalan.

TransNusa Buka Rute Langsung Jakarta-Bangkok, Tarif Mulai Rp2,799 juta  

10 Agustus 2026 | 11:16
Transjakarta

Cara Dapat Kartu Transportasi Gratis Jakarta 2025 untuk 15 Golongan — Lengkap & Mudah!

19 Mei 2025 | 17:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved