Jakarta, CoreNews.id – Lebaran usai, tapi masih banyak keluarga di Indonesia yang menghela napas panjang. Bukan karena urusan sembako, melainkan karena asisten rumah tangga (ART) belum juga kembali dari kampung halaman.
Rutinitas dapur yang biasanya mulus mendadak jadi “pekerjaan ekstra” di tengah kesibukan kantor yang mulai padat, rumah yang perlu dibereskan, dan ritme harian yang harus kembali normal.
Dalam kondisi darurat dapur begini, produk makanan praktis, bergizi, dan tahan lama menjadi penyelamat utama. Yang menarik, di balik kepraktisannya, produk-produk ini lahir dari tangan pelaku UMKM perempuan yang terus berinovasi.
Berikut tiga produk lokal yang bisa menjadi andalan saat ART belum balik:
1. Abon Bonpy (Lombok): Lauk Instan Autentik
Ketika waktu memasak hanya tersisa 10 menit, abon adalah solusi. Bonpy, abon khas Lombok, hadir dengan cita rasa autentik dan kemasan modern yang memudahkan penyimpanan.
Produk ini tidak perlu dimasak ulang. Cukup taburkan di nasi hangat, jadikan isian roti, atau pelengkap mie instan. Daya simpannya panjang, cocok untuk stok dapur harian.
2. Bawang Goreng KUKEBI (Garut): Renyah, Wangi, Siap Pakai
Bawang goreng mungkin sederhana, tapi efeknya luar biasa. KUKEBI asal Garut ini menghadirkan bawang goreng kemasan dengan tekstur renyah dan aroma kuat, tanpa perlu digoreng ulang.
Taburkan ke sup, nasi goreng, mi instan, atau tumisan sederhana. Tanpa ribet, rasa makanan langsung naik level.
3. Maryam Snack and Frozen (Jakarta): Goreng Langsung, Selesai!
Untuk pilihan lebih mengenyangkan, makanan beku adalah jawaban. Maryam Snack and Frozen menyediakan aneka camilan dan lauk yang bisa langsung digoreng atau dipanaskan. Cukup simpan di freezer, saat lapar tinggal goreng, dalam hitungan menit makanan siap disantap.
Yang membuat ketiga produk ini spesial: semuanya adalah pemenang SisBerdaya dan DisBerdaya 2025 —program pemberdayaan perempuan dan perempuan disabilitas yang diinisiasi oleh DANA. Program ini mencerminkan potensi produk sekaligus kesiapan usaha inklusif untuk terus berkembang.
Meskipun berbasis di berbagai kota, produk-produk ini bisa dipesan dan dikirim ke seluruh Indonesia. Proses pembayaran pun praktis via QRIS, karena para pelaku usaha telah tergabung dalam DANA Bisnis.
“Momentum setelah Lebaran sering kali menghadirkan tantangan bagi keluarga, termasuk kebutuhan akan solusi praktis di rumah. Melalui program SisBerdaya dan DisBerdaya, kami melihat banyak pelaku UMKM perempuan yang mampu menghadirkan produk berkualitas dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujar Olavina Harahap, Director of Communications DANA Indonesia, 27/3/2026.
Masa transisi tanpa ART memang sementara. Tapi dengan memilih produk lokal yang praktis dan inovatif, keluarga tetap bisa menyajikan hidangan hangat tanpa stres di dapur. Dan yang lebih membanggakan, setiap pembelian ikut mendorong tumbuhnya UMKM perempuan Indonesia.
Jadi, masih panik ART belum balik? Tenang, pahlawan dapur Anda sudah tersedia di ujung jari.













