Jakarta, CoreNews.id – Akses terhadap air bersih dan sanitasi masih menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Data menunjukkan sebagian masyarakat masih belum menikmati layanan air minum dan sanitasi yang layak, yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas.
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad), Josephine Sophie Mathilda Sagala, menginisiasi proyek bertajuk Clean Water for All di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Proyek ini merupakan bagian dari aksi sosial penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025.
Melalui pendekatan ilmiah, tim melakukan pemetaan dan analisis kualitas air di 16 titik sumber air di desa tersebut. “Hasilnya menunjukkan variasi kualitas air, di mana sebagian besar sumber aman untuk kebutuhan sehari-hari, namun masih memerlukan pengolahan lebih lanjut sebelum dikonsumsi”, dikutip dari keterangan tertulis SCG Indonesia, 15/4/2026.
Tak hanya berhenti pada penelitian, Josephine juga mengembangkan platform digital yang menyajikan hasil evaluasi secara komprehensif dan mudah dipahami masyarakat. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah desa dalam merancang pengelolaan air yang lebih berkelanjutan.
Program ini mendapat dukungan dari SCG Indonesia sebagai bagian dari komitmen Inclusive Green Growth. Presiden Direktur SCG Indonesia, Pattaraphon Charttongkum, menyatakan bahwa proyek ini mampu membantu masyarakat memahami kondisi air sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Kepala Desa Cileles, Duduy Abdul Kholik, mengapresiasi kontribusi tersebut. Ia menilai data yang dihasilkan dapat menjadi acuan penting dalam pembangunan desa ke depan, khususnya dalam sektor air bersih.
Ke depan, proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga mendorong kebijakan berbasis data dalam pengelolaan sumber daya air di tingkat desa.













