Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Ini Daftar 11 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Periode Agustus 2025 hingga April 2026

by Teguh Imam Suyudi
14 April 2026 | 21:00
in Hukum
bupati-pekalongan-ott-kpk

Ilustrasi Penangkapan yang Dilakukan KPK dibuat oleh ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sedikitnya 11 kepala daerah, mulai dari bupati, wali kota hingga gubernur, terjerat operasi tangkap tangan (OTT) dalam kurun Agustus 2025 hingga April 2026. Fenomena ini menyoroti masih maraknya praktik korupsi kepala daerah pasca-Pilkada 2024.

Dari rangkaian kasus tersebut, KPK menemukan pola berulang, seperti pemerasan pejabat daerah, fee proyek pengadaan barang dan jasa, ijon proyek sebelum tender, serta pengondisian pemenang proyek.

Maraknya OTT KPK terhadap kepala daerah ini menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan anggaran daerah masih lemah. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci untuk menekan praktik korupsi yang melibatkan pejabat publik di daerah.

Daftar Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK

Berikut daftar kepala daerah yang terjerat OTT KPK sejak 2025 hingga 2026:

1. Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis
Terjaring OTT pada 8 Agustus 2025 terkait suap proyek pembangunan RSUD. Diduga meminta fee 8% dari proyek senilai Rp126,3 miliar.

2. Gubernur Riau, Abdul Wahid
Ditangkap pada 3 November 2025 atas dugaan pemerasan dan penerimaan fee proyek di lingkungan Pemprov Riau.

3. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko
Terjerat kasus suap jabatan dan proyek RSUD Ponorogo, dengan total penerimaan miliaran rupiah.

4. Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya
Diduga menerima fee proyek 15–20% dengan total sekitar Rp5,25 miliar sepanjang 2025.

5. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang
Terlibat kasus ijon proyek dengan nilai mencapai Rp9,5 miliar.

6. Wali Kota Madiun, Maidi
Terjerat kasus pemerasan, fee proyek, dan gratifikasi, termasuk dana CSR.

7. Bupati Pati, Sudewo
Diduga memeras calon perangkat desa dengan tarif hingga Rp225 juta per orang.

8. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq
Mengondisikan proyek agar dimenangkan perusahaan keluarga, dengan nilai proyek puluhan miliar rupiah.

READ  KPK Ingatkan Risiko Korupsi di Balik Stimulus Rp200 Triliun ke Bank Himbara

9. Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari
Terlibat kasus suap ijon proyek dengan fee 10–15%.

10. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman
Diduga memeras SKPD untuk dana THR dengan total mencapai Rp750 juta.

11. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo
Kasus terbaru dengan dugaan pemerasan OPD dan pengondisian proyek.

Tags: korupsi daerahKPKOTT KPK
Previous Post

Daftar Mobil Listrik Terlaris Maret 2026

Next Post

ISOPLUS Run Series 2026 Digelar di Jakarta dan Surabaya, Targetkan 17.000 Pelari

Next Post
isoplus-run-series-2026-jakarta-surabaya

ISOPLUS Run Series 2026 Digelar di Jakarta dan Surabaya, Targetkan 17.000 Pelari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Alasan KIM Pilih Rosan Roeslani Sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Gibran

IHSG Anjlok di Bawah 5.000, Danantara Bidik Peluang Investasi Saham BUMN

20 Oktober 2026 | 14:46
Mahasiswa Gelar Aksi, Soroti Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Mahasiswa Gelar Aksi, Soroti Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

20 Oktober 2026 | 11:19
5 Tuntutan Aksi Mahasiswa, Soroti Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

5 Tuntutan Aksi Mahasiswa, Soroti Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

20 Oktober 2026 | 11:37
BEI selain mengeluarkan kebijakan HSC, juga tengah menyiapkan inisiatif untuk menambahkan keterangan mengenai status afiliasi atau nonafiliasi dalam publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1 persen. Inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan integritas data pasar. BEI akan mengumumkan waktu efektif penerapannya kemudian

80 Saham Dengan Konsentrasi Kepemilikan Tinggi Dikeluarkan dari IHSG

20 Oktober 2026 | 11:56
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan KSAD Subagyo HS

Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan KSAD Subagyo HS

20 Oktober 2026 | 13:44
kumpul-kebo-dipidana-kuhp-baru-2026

Tinggal Serumah Tanpa Nikah Bisa Dipenjara Mulai 2026! Ini Aturan Lengkap KUHP Baru yang Wajib Diketahui

2 Januari 2026 | 19:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved