Jakarta, CoreNews.id – Wilmar memperkuat komitmennya dalam mendukung kesiapan kerja generasi muda melalui pengembangan program magang (internship). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, atau dikenal dengan konsep link and match.
Head of Human Capital Wilmar, Erlina Panitri, mengatakan program magang merupakan instrumen penting dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja. “Mahasiswa dapat lebih siap memasuki dunia kerja setelah lulus,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad, 19 April 2026.
Menurut Erlina, program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja langsung, tetapi juga membantu mahasiswa memahami kebutuhan industri sejak dini. Wilmar menawarkan dua skema magang, yakni program reguler dengan durasi hingga tiga bulan serta program berbasis kompetensi selama enam bulan.
Pada skema berbasis kompetensi, peserta dapat mengintegrasikan kegiatan magang dengan penyelesaian tugas akhir. Model ini dinilai lebih aplikatif dan efisien karena mahasiswa dapat mengerjakan penelitian sekaligus memperoleh pengalaman kerja nyata.
Dalam pelaksanaannya, Wilmar menggandeng sejumlah institusi pendidikan seperti Institut Pertanian Bogor dan Universitas Gadjah Mada. Selain itu, perusahaan juga berkolaborasi dengan Kementerian Tenaga Kerja melalui program magang nasional SiapKerja.
Kerja sama tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan program sekaligus memperkuat peran sektor swasta dalam mendukung kebijakan ketenagakerjaan pemerintah. Berdasarkan evaluasi internal, mahasiswa yang mengikuti program magang memiliki peluang lebih besar untuk cepat terserap di dunia kerja.
Bahkan, sebagian peserta berkesempatan direkrut langsung setelah menyelesaikan program. Salah satu alumni, Aziz Fakhruddin Amrullah, mengaku mendapatkan pengalaman praktis, mulai dari proses operasional hingga interaksi dengan petani melalui program Farmer Engagement.
Ke depan, Wilmar berkomitmen terus mengembangkan program magang sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.













