Jakarta, CoreNews.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai percepatan digitalisasi bantuan sosial (bansos) sudah sesuai kebutuhan di lapangan dan menjadi bagian transformasi layanan publik yang lebih akurat serta transparan.
“Digitalisasi bansos ini sangat sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Saifullah Yusuf di Gedung BPPT I, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan integrasi data menjadi kunci peningkatan ketepatan sasaran bantuan. Pemerintah menargetkan implementasi nasional setelah uji coba diperluas hingga akhir 2026 atau awal 2027.
Uji coba di Banyuwangi menunjukkan penurunan kesalahan data dari 77 persen menjadi sekitar 28 persen, bahkan di bawah 10 persen setelah digitalisasi. Saat ini, sekitar 10 juta keluarga menerima PKH dan 18,25 juta keluarga mendapat bantuan sembako.
Meski demikian, masih ada 2,8 juta masyarakat desil satu belum menerima bansos. Pemerintah terus melakukan penataan agar bantuan lebih tepat sasaran dan akuntabel.













