Jakarta, CoreNews.id – Pasar suplemen makanan dan nutrisi (food supplements and nutrition/FSN) di Asia Pasifik (APAC) menunjukkan pertumbuhan signifikan, dipicu perubahan preferensi konsumen yang kini tidak hanya berfokus pada manfaat kesehatan, tetapi juga faktor emosional dan bahan alami.
Tren Kesehatan dan Nutrisi Kian Menguat
Riset terbaru Tetra Pak mengungkapkan, sebanyak 62 persen konsumen APAC memprioritaskan kesehatan fisik, sementara 61 persen mengonsumsi produk FSN untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Selain itu, 48 persen mencari solusi untuk menjaga energi sepanjang aktivitas harian yang padat.
Indonesia menjadi salah satu pasar paling dinamis di kawasan ini. Nilai pasar suplemen diperkirakan mencapai USD 4,86 miliar pada 2030, tumbuh pesat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif.
Faktor Emosional dan Gaya Hidup
Tidak hanya aspek fungsional, faktor emosional kini turut memengaruhi keputusan pembelian. Konsumen mencari rasa aman, kendali atas kesehatan, serta keseimbangan hidup melalui produk nutrisi.
Di tengah mobilitas tinggi masyarakat perkotaan, aspek kepraktisan juga menjadi pertimbangan utama. Sekitar 21 persen konsumen menghargai kemudahan konsumsi saat beraktivitas di luar rumah, sementara 19 persen memanfaatkan produk ini untuk menghemat waktu.
Peluang Inovasi Industri
Format siap minum (ready-to-drink) semakin diminati karena praktis dan sesuai gaya hidup modern. Hal ini membuka peluang bagi pelaku industri untuk menghadirkan produk inovatif yang menggabungkan manfaat kesehatan, rasa, dan kemudahan.
Tetra Pak menilai, kombinasi transparansi bahan, kemasan praktis, dan pendekatan berbasis kebutuhan emosional akan menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan di pasar FSN.













