Jakarta, CoreNews.id – PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 dengan sejumlah keputusan strategis, termasuk persetujuan aksi korporasi berupa stock split guna meningkatkan likuiditas saham dan memperluas akses investor.
Stock Split untuk Dorong Partisipasi Investor
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2. Nilai nominal saham yang sebelumnya Rp25 per saham akan menjadi Rp12,5 per saham.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik saham CYBR di pasar modal, terutama bagi investor ritel. Selain itu, peningkatan jumlah saham beredar diharapkan dapat memperkuat likuiditas perdagangan.
Seiring dengan keputusan tersebut, Perseroan juga menyetujui perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar terkait struktur modal. Jumlah saham beredar meningkat dari 6,7 miliar saham menjadi 13,4 miliar saham sebagai konsekuensi dari stock split.
Penyesuaian Tata Kelola dan Struktur Direksi
RUPSLB juga menyepakati perubahan Pasal 12 Anggaran Dasar yang mengatur tugas dan wewenang Direksi. Perubahan ini memperjelas mekanisme representasi Perseroan, khususnya dalam pengambilan keputusan strategis.
Selain itu, Perseroan menerima pemberitahuan wafatnya Direktur Bima Kurniawan pada Februari 2026, sekaligus memberikan pembebasan tanggung jawab atas masa jabatannya.
Rapat juga menetapkan susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan. Patrick Rudolf Dannacher tetap menjabat sebagai Presiden Direktur, didampingi Marek Bialoglowy sebagai Wakil Presiden Direktur.
Komitmen Perkuat Fondasi Bisnis Siber
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menegaskan bahwa keputusan dalam RUPSLB mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas.
Menurut dia, meningkatnya kebutuhan keamanan siber di tengah percepatan transformasi digital menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan.
“Dari sisi teknologi, tata kelola, dan organisasi, kami siap untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Peran Strategis dalam Ketahanan Siber Nasional
Sejak berdiri pada 2010, ITSEC Asia terus berkembang sebagai perusahaan keamanan siber yang melayani sektor strategis seperti keuangan, telekomunikasi, energi, dan pemerintahan.
Perusahaan juga aktif berkontribusi dalam penguatan ketahanan siber nasional melalui inovasi teknologi dan pengembangan talenta. Salah satu inovasi unggulannya adalah IntelliBroń, platform lokal untuk deteksi dan respons ancaman siber secara real-time.
Dengan keputusan strategis ini, ITSEC Asia menegaskan posisinya sebagai mitra terpercaya dalam menjaga keamanan digital Indonesia.













