Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Daftar Balasan “Perang Dagang” China ke AS: Dari Rare Earth hingga Chip AI

Beijing memperketat kontrol teknologi strategis, memperluas regulasi, dan mengamankan rantai pasok menjelang berakhirnya gencatan dagang dengan Washington.

by Teguh Imam Suyudi
27 April 2026 | 20:00
in News
trump-batal-ketemu-xi-jinping-naikkan-tarif-baru-china

Amerika Serikat-China (Gambar: Dok. RAND)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – China terus menggulirkan serangkaian langkah strategis sebagai respons terhadap tekanan ekonomi dan teknologi dari Amerika Serikat (AS). Dalam masa gencatan perang dagang yang masih berlangsung, Beijing memanfaatkan momentum untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok global, khususnya pada sektor rare earth dan chip kecerdasan buatan (AI).

Kesepakatan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump yang diteken di Busan, Korea Selatan, pada Oktober 2025, memang sempat meredakan ketegangan. Namun, gencatan tersebut bersifat sementara dan dijadwalkan berakhir pada November 2026.

Penguatan Kontrol Rare Earth dan Teknologi

Sejak sebelum kesepakatan diteken, China telah memperluas kontrol ekspor rare earth—mineral penting untuk industri otomotif, elektronik, hingga militer. Pada 9 Oktober 2025, Beijing menambahkan lima elemen baru ke dalam daftar pengawasan, yakni holmium, erbium, thulium, europium, dan ytterbium.

Tak hanya itu, China juga memperketat regulasi terhadap teknologi pemurnian dan mewajibkan perusahaan asing yang menggunakan bahan baku dari China untuk mematuhi aturan domestik. Langkah ini menegaskan dominasi China sebagai produsen rare earth terbesar dunia.

Strategi Kemandirian Chip dan AI

Upaya memperkuat industri dalam negeri juga terlihat dari kebijakan di sektor semikonduktor. Pada 30 Desember 2025, pemerintah China mewajibkan produsen chip menggunakan minimal 50 persen peralatan buatan dalam negeri untuk ekspansi kapasitas.

Sebelumnya, pada 5 November 2025, Beijing mengarahkan proyek pusat data yang didanai negara agar hanya menggunakan chip AI buatan domestik. Kebijakan ini mempertegas ambisi China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat.

Pembatasan dan Larangan Ekspor

Memasuki 2026, langkah balasan semakin intensif. Pada Januari, China membatasi ekspor rare earth berat dan magnet berkekuatan tinggi ke Jepang, serta melarang penggunaan perangkat lunak keamanan siber dari perusahaan AS dan Israel.

READ  China Blokir Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta, Rivalitas Teknologi AS–China Kian Memanas

Pada Februari 2026, Kementerian Perdagangan China melarang ekspor barang dual-use ke 20 entitas Jepang yang terkait sektor militer. Kebijakan ini memperluas cakupan konflik tidak hanya dengan AS, tetapi juga sekutu Washington.

Ekspansi Regulasi dan Tekanan Balasan

Sepanjang April 2026, China menerbitkan sejumlah regulasi baru yang memperkuat kewenangan untuk melakukan tindakan balasan terhadap negara asing. Aturan ini mencakup perlindungan industri domestik dari kebijakan diskriminatif hingga yurisdiksi ekstrateritorial yang dianggap merugikan.

Selain itu, Beijing mulai mempertimbangkan pembatasan ekspor teknologi panel surya canggih—sektor di mana China menguasai lebih dari 80 persen produksi global.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa China tidak hanya bertahan, tetapi juga secara aktif membangun sistem pertahanan ekonomi dan teknologi menjelang berakhirnya gencatan dagang dengan AS.

Tags: China Vs ASPerang DagangRare Earth
Previous Post

Dudung Abdurachman Resmi Dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan oleh Presiden Prabowo

Next Post

PGE Gandeng UGM dan Agrotekno, Kembangkan Booster Pertanian Ramah Lingkungan Berbasis Panas Bumi

Next Post
PGE Gandeng UGM dan Agrotekno, Kembangkan Booster Pertanian Ramah Lingkungan Berbasis Panas Bumi

PGE Gandeng UGM dan Agrotekno, Kembangkan Booster Pertanian Ramah Lingkungan Berbasis Panas Bumi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

menaker-pmsm-pengembangan-sdm-human-capital-2026

SDM dan AI Jadi Penentu Produktivitas Perusahaan

29 Oktober 2026 | 20:00
phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00

POPULER

syarat-penerima-bsu-2026-kemnaker

Kemnaker Terbitkan Aturan BSU 2026, Ini Syaratnya

30 Oktober 2026 | 17:00
strategi-harbolnas-12-12-brand-tetap-untung

Harbolnas 12.12: Lima Strategi agar Brand Tetap Untung

31 Oktober 2026 | 09:00
energi-terbarukan-pertanian-uma-palak-bali

Energi Surya Bantu Petani Bali Hemat Biaya Produksi

30 Oktober 2026 | 09:00
Menurut Meta dilansir laman Fast Company (19/6/2026), pembaruan tersebut dirancang untuk mempermudah pengguna memberikan konteks pada setiap konten dalam carousel. Saat membuat unggahan, pengguna kini dapat memilih opsi satu caption untuk seluruh postingan atau caption terpisah untuk masing-masing slide melalui menu drop-down pada tahap akhir sebelum publikasi. Dengan cara ini, setiap foto atau video dapat memiliki keterangan yang ditampilkan secara otomatis sesuai slide yang sedang dibuka.

Instagram Kini Punya Fitur Baru Buat Caption Beda Tiap Foto

19 Juni 2026 | 14:03
cara-pakai-filter-ai-instagram

Cara Pakai Filter AI Instagram Story untuk Pemula, Hasil Lebih Natural dan Real-Time

1 Mei 2026 | 21:00
polisi-tangkap-aktor-intelektual-penculikan-pembunuhan-kacab-bank

Polda Metro Jaya Minta Maaf soal Deklarasi Sumpah Pemuda

31 Oktober 2026 | 22:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved