Jakarta, CoreNews.id – Kegagalan tim bulu tangkis putra Indonesia di Piala Thomas 2026 di Denmark dinilai sebagai peringatan serius bagi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Pengamat bulu tangkis Mohamad Kusnaeni menegaskan hasil ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa.
“Kegagalan kali ini harus dimaknai secara serius karena ini pertanda telah bergesernya peta kekuatan bulu tangkis dunia,” ujar Kusnaeni di Jakarta, Rabu (30/4/2026).
Indonesia tersingkir di fase grup setelah kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Denmark. Hasil tersebut menjadi catatan pahit karena untuk pertama kalinya Indonesia gagal melaju dari fase grup sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Thomas.
Performa di Bawah Ekspektasi
Kusnaeni menilai kegagalan ini sebagai sebuah tragedi, mengingat Indonesia merupakan pemegang 14 gelar juara Piala Thomas dan selalu mencapai final dalam tiga edisi terakhir.
“Padahal tim datang dengan skuad terbaik, baik di sektor tunggal maupun ganda,” katanya.
Ia menilai tidak ada kesalahan signifikan dari sisi strategi maupun susunan pemain. Namun, performa individu pemain dinilai jauh dari harapan. Hal ini sudah terlihat saat Indonesia hanya menang tipis 3-2 atas Thailand.
Kekalahan Alwi Farhan dari Panitchaphon Teeraratsakul serta performa kurang meyakinkan Jonatan Christie menjadi sorotan. Jonatan bahkan harus mengakui keunggulan Kunlavut Vitidsarn dan Christo Popov.
Evaluasi dan Regenerasi
Menurut Kusnaeni, kondisi ini menunjukkan Indonesia tidak lagi menjadi kekuatan dominan di bulu tangkis dunia. Kekalahan telak dari Prancis serta kesulitan menghadapi Thailand menjadi indikator nyata.
“Padahal belum menghadapi negara kuat seperti China, Korea Selatan, atau Denmark,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh oleh PBSI, termasuk langkah regenerasi pemain. Nama-nama muda seperti Ubaidillah serta pasangan Indra/Joaquin dinilai perlu diberi kesempatan lebih besar.
Kusnaeni juga mengingatkan bahwa generasi saat ini, seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, mulai memasuki fase penurunan.
“Kita harus berani melakukan regenerasi demi masa depan. Negara lain sudah lebih dulu melakukannya dan mulai memetik hasil,” katanya.
Tim Uber Tantang Denmark
Sementara itu, tim Uber Indonesia melaju ke perempat final dan akan menghadapi tuan rumah Denmark pada Kamis (30/4/2026) di Forum Horsens.
Indonesia yang berstatus juara Grup D akan menghadapi Denmark, runner-up Grup A. Jika menang, Indonesia berpeluang bertemu Chinese Taipei atau Korea Selatan di semifinal.
Adapun hasil undian perempat final lainnya mempertemukan China melawan Malaysia serta Jepang menghadapi Thailand.













