Jakarta, CoreNews.id – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) menghasilkan devisa sebesar Rp433 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor migas.
“Fakta menunjukkan PMI menghasilkan kurang lebih Rp433 triliun pada 2025 kemarin,” ujar Hendarsam di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan tren devisa PMI terus meningkat sejak 2022 sebesar Rp135,9 triliun, kemudian naik menjadi Rp227 triliun pada 2023, Rp253,3 triliun pada 2024, hingga mencapai Rp433 triliun pada 2025. Peningkatan ini didorong kolaborasi berbagai pihak dalam membuka peluang kerja di luar negeri.
PMI disebut sebagai “pahlawan devisa” karena berkontribusi terhadap ekonomi keluarga dan negara. Negara tujuan utama antara lain Hong Kong, Taiwan, Malaysia, hingga Eropa, sementara daerah asal terbesar dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, NTT, dan Banten.













