Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

PMI Sumbang Devisa Rp433 Triliun, Jadi Penyokong Ekonomi Nasional

by Miroji
30 April 2026 | 15:07
in Nasional
PMI Sumbang Devisa Rp433 Triliun, Jadi Penyokong Ekonomi Nasional

gambar ilustrasi dibuat oleh chatgpt

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) menghasilkan devisa sebesar Rp433 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor migas.

“Fakta menunjukkan PMI menghasilkan kurang lebih Rp433 triliun pada 2025 kemarin,” ujar Hendarsam di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan tren devisa PMI terus meningkat sejak 2022 sebesar Rp135,9 triliun, kemudian naik menjadi Rp227 triliun pada 2023, Rp253,3 triliun pada 2024, hingga mencapai Rp433 triliun pada 2025. Peningkatan ini didorong kolaborasi berbagai pihak dalam membuka peluang kerja di luar negeri.

PMI disebut sebagai “pahlawan devisa” karena berkontribusi terhadap ekonomi keluarga dan negara. Negara tujuan utama antara lain Hong Kong, Taiwan, Malaysia, hingga Eropa, sementara daerah asal terbesar dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, NTT, dan Banten.

READ  104 Daerah Naikkan PBB, Mendagri: Jangan Memberatkan Rakyat
Tags: devisaEkonomi IndonesiaHendarsam MarantokoImigrasipekerja migranPMIremitansitenaga kerja luar negeri
Previous Post

Prabowo Tegaskan Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Besar

Next Post

KJRI Jeddah: Tiga WNI Ditangkap Terkait Dugaan Haji Ilegal

Next Post
KJRI Jeddah: Tiga WNI Ditangkap Terkait Dugaan Haji Ilegal

KJRI Jeddah: Tiga WNI Ditangkap Terkait Dugaan Haji Ilegal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

TNI Kuat Rakyat Bermartabat

Tukin TNI dan Kemhan Naik Setelah Delapan Tahun

30 Juli 2026 | 09:00
Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
Pendapat Esther tersebut menanggapi persetujuan Komite Tapera terkait kebijakan mempertahankan suku bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun subsidi. Selain itu juga menanggapi dibukanya opsi tenor pembiayaan hingga 40 tahun untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat oleh Komite.

Tenor KPR Subsidi 40 Tahun Perlu Seleksi Ketat Debitur

31 Juli 2026 | 14:27
BGN Temukan Anomali 414 SPPG, Dana Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

BGN Temukan Anomali 414 SPPG, Dana Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

31 Juli 2026 | 16:14
Menurut Henri kembali, pemanfaatan data SLIK pada dasarnya bergantung pada kebijakan dan selera risiko (risk appetite) masing-masing bank maupun analis kredit. Ada analis yang sangat ketat dalam menilai riwayat kredit, termasuk terhadap keterlambatan pembayaran yang sifatnya ringan atau hanya terjadi satu kali.

Penghapusan Kredit Macet di Bawah Rp 1 Juta dari SLIK Berdampak Pada Proses Analisis Kredit

31 Juli 2026 | 13:52
mayoritas-kawasan-industri-dapat-proper-merah-2025

Prabowo Targetkan Gunungan Sampah di Indonesia Tuntas pada Akhir 2027

31 Juli 2026 | 13:56
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved