Jakarta, CoreNews.id – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro memulai tahapan testing and commissioning (T&C) LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai, Kamis (30/4/2026).
Salah satu tahapan krusial dalam proses ini adalah uji coba lintasan (test track) sepanjang 3,6 kilometer, yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pasar Pramuka.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan, uji coba ini menjadi tonggak penting dalam percepatan pembangunan transportasi publik modern di Jakarta.
“Tahapan T&C dilakukan secara mendetail untuk memastikan seluruh aspek teknis benar-benar siap dan aman digunakan masyarakat,” ujar Iwan dalam keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).
Pengujian Sistem Menyeluruh
Iwan menjelaskan, proses T&C mencakup pengujian sistematis terhadap seluruh komponen dan subsistem LRT. Mulai dari jalur rel, sistem persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.
Menurut dia, setiap detail teknis menjadi perhatian serius demi menjamin keselamatan dan keandalan layanan.
“Setiap meter jalur adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat yang akan menggunakan LRT setiap hari,” katanya.
Dorong Mobilitas dan Kurangi Kemacetan
Setelah beroperasi secara komersial, LRT Jakarta Fase 1B diproyeksikan mampu mengangkut puluhan ribu penumpang setiap hari.
Penambahan jalur ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jakarta.
Selain itu, integrasi dengan moda transportasi lain menjadi fokus untuk menciptakan sistem mobilitas perkotaan yang efisien.
Menuju Kota Global
Iwan menambahkan, proyek LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang modern, berkelanjutan, dan nyaman dihuni.
“Proyek ini menghadirkan konektivitas yang lebih baik, mobilitas yang lebih mudah, serta kualitas lingkungan perkotaan yang meningkat,” ujarnya.













