Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, BMKG Ungkap Wilayah yang Sudah Masuk Musim Kering

BMKG mencatat 10,4 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak awal Mei 2026, dengan potensi kemarau lebih panjang hingga Agustus.

by Teguh Imam Suyudi
3 Mei 2026 | 20:00
in Humaniora
Ilustrasi Musim Kemarau Dibuat Kecerdasan Buatan

Ilustrasi Musim Kemarau Dibuat Kecerdasan Buatan

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa musim kemarau 2026 di Indonesia mulai terjadi lebih awal dari biasanya. Hingga awal Mei 2026, tercatat sebanyak 10,4 persen zona musim (ZOM) telah memasuki periode kering.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan angka tersebut lebih rendah dibandingkan prediksi awal pada Maret 2026 yang memperkirakan 26,3 persen wilayah sudah memasuki kemarau pada periode yang sama.

“Sejumlah 10,4 persen dari zona musim sudah masuk kemarau,” ujar Ardhasena, Minggu (3/5/2026).

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa peralihan musim di Indonesia tidak berlangsung serentak. Musim kemarau diprediksi akan terjadi secara bertahap hingga Agustus 2026, dengan durasi yang cenderung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

Wilayah yang Sudah Memasuki Musim Kemarau 2026

Berdasarkan laporan terbaru BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam musim hujan. Namun, sejumlah daerah telah mulai mengalami musim kemarau.

Di wilayah Sumatera, kemarau terpantau terjadi di sebagian Aceh bagian utara serta beberapa pulau kecil di bagian barat. Sementara di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, kondisi kering mulai muncul di pesisir utara Jawa, sebagian kecil Bali, serta beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, terutama di pulau-pulau selatan.

Untuk wilayah Sulawesi, kemarau mulai dirasakan di Sulawesi Selatan bagian selatan dan pesisir, Sulawesi Tenggara, serta kantong-kantong kecil di Sulawesi Tengah. Adapun di Maluku, wilayah tengah dan tenggara termasuk kawasan Laut Banda menunjukkan dominasi musim kemarau.

Sementara itu, Papua bagian selatan, khususnya wilayah pesisir, juga tercatat mulai memasuki periode kering. Kalimantan menjadi satu-satunya wilayah yang masih didominasi musim hujan.

READ  Zakir Naik Akan Ungkap Kesamaan Islam dan Kristen di Tur Indonesia 2025

Penyebab Kemarau 2026 Lebih Awal

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kemarau 2026 yang datang lebih cepat dipengaruhi oleh dinamika iklim global. Salah satunya adalah berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026.

Saat ini, kondisi iklim global berada pada fase netral dengan indeks ENSO di angka -0,28. Namun, terdapat potensi peralihan menuju El Niño pada pertengahan hingga akhir tahun.

“Peluang munculnya El Niño kategori lemah hingga moderat mencapai 50-60 persen pada semester kedua 2026,” kata Faisal.

Selain itu, peralihan angin monsun dari angin baratan (Monsun Asia) ke angin timuran (Monsun Australia) turut menjadi indikator dimulainya musim kemarau di Indonesia.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026, mencakup sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Sebagian wilayah lainnya diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli dan September.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kemarau panjang, seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Langkah mitigasi sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan akibat perubahan pola musim tahun ini.

Tags: BMKGCuaca IndonesiaKemarau 2026
Previous Post

Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketua Umum AASI 2026–2029, Siap Perkuat Industri Asuransi Syariah

Next Post

LRT Jakarta Fase 1B Uji Coba Jalur 3,6 Km Velodrome–Pasar Pramuka

Next Post
lrt-jakarta-fase1b-uji-coba-velodrome-pasar-pramuka

LRT Jakarta Fase 1B Uji Coba Jalur 3,6 Km Velodrome–Pasar Pramuka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Di SPBU swasta, pada Sabtu (2/5/2026) harga bahan bakar minyak (BBM) dicatat naik. Kenaikan tertinggi menyentuh jenis diesel. SPBU Vivo dan BP AKR menaikkan harga Primus Diesel Plus dan BP Ultimate Diesel dari Rp 25.560 per liter menjadi Rp 30.890 per liter

Pertamax Turbo Dan Solar Kembali Naik per 4 Mei Ini

4 Mei 2026 | 11:18
Jemaah Haji 103 Tahun Asal Bantul Tiba di Madinah, Fokus Ibadah

Jemaah Haji 103 Tahun Asal Bantul Tiba di Madinah, Fokus Ibadah

4 Mei 2026 | 11:44
Sebagai informasi, proses penerapan HPE dan HR komoditas emas dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian, serta mengacu pada harga pasar internasional. Harga pasar internasional tersebut, merujuk pada London Bullion Market Association (LBMA)

Harga Patokan Ekspor Emas dan Referensi Emas Naik 3,83% pada Periode I Mei 2026

4 Mei 2026 | 11:55
PDIP: Pemangkasan Potongan Ojol 8 Persen Hasil Perjuangan

PDIP: Pemangkasan Potongan Ojol 8 Persen Hasil Perjuangan

4 Mei 2026 | 15:16
Prabowo Tugaskan Kemendiktisaintek Bangun SMA Unggul Garuda

Prabowo Tugaskan Kemendiktisaintek Bangun SMA Unggul Garuda

4 Mei 2026 | 12:48
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved