Teheran, CoreNews.id — Pengayaan uranium akan dilakukan hingga 90 persen dan bisa dipakai membuat senjata nuklir, jika Amerika Serikat (AS) kembali menyerang Iran. Iran saat ini diketahui memiliki sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya mencapai 60 persen.
Hal tersebut disampaikan Juru bicara Komisi Parlemen Iran Ebrahim Rezaei dalam postingan di X, (12/5/2026). Menurut Rezaei kembali, pihaknya akan mengkajinya di parlemen.
Iran dalam perundingan dengan AS dicatat “menuntut diakhirinya perang, mencabut blokade dan pembajakan (AS), dan melepaskan aset Iran yang dibekukan secara tidak adil di bank karena tekanan AS. Tuntutan Iran ditolak AS. Presiden AS bahkan memperingatkan bahwa gencatan senjata AS-Iran sekarang sedang dalam fase kritis.
Sebagai informasi, pengayaan uranium hingga 90 persen merupakan titik yang sangat sensitif dalam dunia nuklir. Dalam praktiknya, kadar itu dikenal sebagai weapons-grade uranium atau uranium tingkat senjata. Uranium tersebut cukup “murni” kandungan isotop U-235 nya, sehingga dapat dipakai sebagai bahan inti bom nuklir.
Uranium alam sebenarnya hanya mengandung sekitar 0,7 persen U-235. Untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, kadar ini dinaikkan menjadi sekitar 3–5 persen. Untuk sebagian reaktor riset dinaikkan lagi menjadi 20 persen. Dan ketika pengayaan mendekati 90 persen, dunia internasional mulai melihatnya bukan lagi semata kebutuhan energi, melainkan potensi militer.*













