Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Iran Akan Perkaya Uranium Jadi 90 Persen bila AS Menyerang Kembali

by Irawan Djoko Nugroho
12 Mei 2026 | 15:53
in Internasional
Uranium alam sebenarnya hanya mengandung sekitar 0,7 persen U-235. Untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, kadar ini dinaikkan menjadi sekitar 3–5 persen. Untuk sebagian reaktor riset dinaikkan lagi menjadi 20 persen. Dan ketika pengayaan mendekati 90 persen, dunia internasional mulai melihatnya bukan lagi semata kebutuhan energi, melainkan potensi militer

Ilustrasi: Senjata Iran. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Teheran, CoreNews.id — Pengayaan uranium akan dilakukan hingga 90 persen dan bisa dipakai membuat senjata nuklir, jika Amerika Serikat (AS) kembali menyerang Iran. Iran saat ini diketahui memiliki sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya mencapai 60 persen.

Hal tersebut disampaikan Juru bicara Komisi Parlemen Iran Ebrahim Rezaei dalam postingan di X, (12/5/2026). Menurut Rezaei kembali, pihaknya akan mengkajinya di parlemen.

Iran dalam perundingan dengan AS dicatat “menuntut diakhirinya perang, mencabut blokade dan pembajakan (AS), dan melepaskan aset Iran yang dibekukan secara tidak adil di bank karena tekanan AS. Tuntutan Iran ditolak AS. Presiden AS bahkan memperingatkan bahwa gencatan senjata AS-Iran sekarang sedang dalam fase kritis.

Sebagai informasi, pengayaan uranium hingga 90 persen merupakan titik yang sangat sensitif dalam dunia nuklir. Dalam praktiknya, kadar itu dikenal sebagai weapons-grade uranium atau uranium tingkat senjata. Uranium tersebut cukup “murni” kandungan isotop U-235 nya, sehingga dapat dipakai sebagai bahan inti bom nuklir.

Uranium alam sebenarnya hanya mengandung sekitar 0,7 persen U-235. Untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, kadar ini dinaikkan menjadi sekitar 3–5 persen. Untuk sebagian reaktor riset dinaikkan lagi menjadi 20 persen. Dan ketika pengayaan mendekati 90 persen, dunia internasional mulai melihatnya bukan lagi semata kebutuhan energi, melainkan potensi militer.*

READ  RS Terbesar Gaza Berhenti Beroperasi, 45 Bayi Tewas dalam Inkubator
Tags: ASIranJuru bicara Komisi Parlemen Iran Ebrahim Rezaei
Previous Post

Trump Pertimbangkan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS

Next Post

Kepala Staf Militer Israel Akui Pasukan Sedang “Kolaps dari Dalam”

Next Post
Kepala Staf Militer Israel Akui Pasukan Sedang “Kolaps dari Dalam”

Kepala Staf Militer Israel Akui Pasukan Sedang “Kolaps dari Dalam”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Gedung Kemenkeu

Kementerian Keuangan Kehilangan Dividen BUMN Rp90 Triliun, Siapkan Strategi Pengganti

8 Mei 2025 | 21:00
PT Synnex Metrodata Indonesia

PT. Synnex Metrodata Indonesia Bergabung dengan Cyble Partner Network Sebagai Distributor Cyble Untuk Indonesia

19 Januari 2024 | 09:00
Tak hanya berdampak pada tekanan darah, kebiasaan makan mi instan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memengaruhi kerja hormon yang mengatur siklus tidur serta metabolisme tubuh. Di mana efeknya bahkan bisa dirasakan keesokan hari, mulai dari sakit kepala saat bangun tidur, tubuh terasa lelah, hingga tekanan darah yang tetap tinggi.

Makan Mi Instan Larut Malam Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

5 Juni 2026 | 13:08
Transjakarta

Cara Dapat Kartu Transportasi Gratis Jakarta 2025 untuk 15 Golongan — Lengkap & Mudah!

19 Mei 2025 | 17:00
Profil Singkat Nabi Ibrahim AS

Profil Singkat Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:59
IGHE 2026 Kembali Digelar di Jakarta, Gerbang Inovasi dan Peluang Bisnis Industri Gifts dan Housewares Asia Tenggara

IGHE 2026 Kembali Digelar di Jakarta, Gerbang Inovasi dan Peluang Bisnis Industri Gifts dan Housewares Asia Tenggara

7 Agustus 2026 | 12:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved