Jakarta, CoreNews.id – Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir mengakui kondisi militer Israel saat ini tengah mengalami “kolaps dari dalam” akibat krisis kekurangan personel dan polemik wajib militer. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya kebutuhan pasukan di berbagai front konflik seperti Gaza, Lebanon, dan Iran.
“Tentara Israel sedang kolaps dari dalam,” tegas Zamir dalam pertemuan dengan Komite Urusan Luar Negeri dan Keamanan Parlemen Israel atau Knesset, Minggu (10/5/2026).
Menurut Zamir, kegagalan pemerintah mengesahkan undang-undang wajib militer bagi komunitas Yahudi ultra-ortodoks atau Haredim menjadi salah satu penyebab utama melemahnya struktur militer Israel. Ia juga menyoroti gagalnya perpanjangan masa dinas wajib militer hingga 36 bulan.
Data internal militer menunjukkan Israel kekurangan sekitar 15.000 personel tambahan, termasuk 7.000 hingga 8.000 tentara tempur. Militer menilai pengesahan aturan wajib militer menjadi solusi mendesak untuk menutupi kekurangan pasukan di tengah perang yang masih berlangsung.












