Jakarta, CoreNews.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) berencana menjadikan Bandara Internasional Kertajati sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules di kawasan Asia.
Rencana tersebut muncul setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth di Pentagon. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, mengatakan pemilihan Kertajati dilakukan karena memiliki lahan luas dan fasilitas penerbangan yang memadai.
“Langkah ini juga sejalan dengan upaya penguatan kemandirian industri pertahanan dan dukungan logistik penerbangan strategis nasional,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Kemhan menilai proyek tersebut akan memperkuat diplomasi Indonesia dengan negara-negara pengguna pesawat Hercules di Asia sekaligus menghidupkan kembali aktivitas Bandara Kertajati yang sempat sepi. Bandara terbesar kedua di Indonesia itu kini kembali aktif melayani penerbangan reguler, haji, dan kargo.












