Jakarta, CoreNews.id – Identity security kini berkembang dari sekadar lapisan pengamanan menjadi investasi strategis dengan tingkat pengembalian investasi (ROI) tertinggi dalam ekosistem keamanan digital perusahaan. Temuan tersebut terungkap dalam laporan Horizons of Identity Security 2025-2026 yang dirilis perusahaan keamanan identitas global, SailPoint.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa 6perusahaan yang mengadopsi teknologi identity security berbasis kecerdasan buatan (AI) memiliki peluang hingga empat kali lebih besar untuk mencapai efisiensi biaya, produktivitas, dan pengurangan risiko dibandingkan organisasi yang masih berada pada tahap dasar.
Presiden SailPoint Matt Mills mengatakan identitas kini telah menjadi pusat kontrol utama dalam operasional keamanan modern. Menurut dia, identitas berperan penting dalam penerapan kebijakan, pengambilan keputusan, hingga pengelolaan keamanan berbasis AI.
“Identity security saat ini menjadi penghasil ROI tertinggi dalam security stack dan membantu perusahaan menekan biaya, mengurangi risiko, serta mempercepat pertumbuhan,” ujar Mills, 5/5/2026.
Mayoritas Perusahaan Masih di Tahap Awal
Laporan itu juga mencatat sekitar 63 persen organisasi masih berada pada tahap awal kematangan identity security dan bergantung pada proses manual. Sementara itu, hanya sekitar 10 persen organisasi yang telah mencapai tingkat kematangan lebih tinggi, di mana identitas mulai dimanfaatkan sebagai platform pertumbuhan bisnis.
Perusahaan dengan tingkat kematangan tinggi umumnya telah menerapkan kontrol identitas berbasis AI seperti identity threat detection and response (ITDR), adaptive authentication, hingga tata kelola agen AI dan bot.
Selain itu, organisasi yang memprioritaskan pembersihan data sebelum migrasi dan menerapkan lifecycle workflow otomatis dinilai lebih cepat berkembang dibandingkan perusahaan lain.
AI dan Data Jadi Faktor Penentu
SailPoint menilai sinergi antara identitas, data, dan keamanan akan menjadi fondasi utama transformasi digital perusahaan di masa depan. Perusahaan yang mampu menyatukan berbagai tipe identitas dan memperkuat pengelolaan data dinilai lebih siap mengadopsi AI secara aman.
Salah satu perusahaan yang disebut berhasil meningkatkan kapabilitas identitasnya adalah Wipro. Perusahaan tersebut memanfaatkan otomatisasi dan AI untuk memperkuat keamanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.













