Jakarta, CoreNews.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel kembali menunjukkan langkah ekspansif. Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini berencana menambah tiga kegiatan usaha baru untuk mendukung model bisnis Power as a Service (PaaS) pada infrastruktur menara telekomunikasi.
Berdasarkan keterbukaan informasi, 21/4/2026, tiga kode KBLI baru yang akan dimasukkan ke dalam anggaran dasar perseroan meliputi pemasangan jaringan listrik (43211), pengoperasian instalasi penyediaan tenaga listrik (35151), serta penyediaan tenaga listrik dalam satu kesatuan usaha (35140).
VP Investor Relations Mitratel, Alif Bajara, menyampaikan bahwa penambahan lini bisnis ini diharapkan dapat memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi. Secara finansial, ekspansi ini diproyeksikan menghasilkan NPV senilai Rp28,18 miliar dengan IRR 11,90 persen. Payback period diperkirakan selama 7 tahun 8 bulan dan ROI sebesar 8,60 persen.
Pendapatan dari bidang usaha baru ini diprediksi akan menyumbang 4,9 persen terhadap total pendapatan konsolidasi MTEL, dengan rata-rata margin laba bersih 9,6 persen selama periode 2026-2035.
Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas, Daniel Aditya, menjelaskan bahwa selama ini suplai listrik Mitratel mayoritas berasal dari pihak ketiga, yaitu PLN. Dengan lini bisnis baru, MTEL dapat memasok listrik secara internal dan tidak bergantung pada pihak eksternal.
Mirae Asset Sekuritas pun merekomendasikan beli saham MTEL dengan target harga Rp760 per saham. Meski pertumbuhan pendapatan dan EBITDA masih terbatas di tengah lemahnya permintaan menara, Daniel menyukai prospek laba yang stabil dan neraca keuangan Mitratel yang sehat. Katalis utama kenaikan harga saham meliputi percepatan fiberisasi menara seiring ekspansi 5G serta tambahan permintaan dari layanan.













