Jakarta, CoreNews.id – Indonesia semakin mempertegas langkahnya sebagai pemain utama industri baterai di Asia seiring percepatan transisi energi global. Tidak lagi hanya dikenal sebagai pemasok bahan baku nikel, Indonesia kini bergerak membangun ekosistem industri baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Momentum tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan The Battery Show Asia – Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 2-5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026.
Indonesia Bidik Rantai Pasok Global Baterai
Didukung cadangan nikel sekitar 1,6 juta ton dan meningkatnya investasi kendaraan listrik serta battery energy storage system (BESS), Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu pusat rantai pasok baterai lithium-ion global. Nilai pasar baterai nasional pada 2024 tercatat mencapai sekitar USD 1,45 miliar dan diperkirakan terus tumbuh hingga 2030 dengan laju pertumbuhan 23,7 persen.
Pameran ini akan menghadirkan pelaku industri dari berbagai sektor, mulai dari produsen sel baterai, battery pack assemblers, sistem manajemen baterai (BMS), hingga perusahaan daur ulang baterai dan energi terbarukan.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia Hanung Hanindito mengatakan, baterai kini menjadi bagian penting dalam strategi industri nasional.
“Hari ini kita tidak lagi berbicara tentang baterai hanya sebagai produk, tetapi sebagai bagian dari strategi industri nasional,” ujar Hanung.
Dorong Kolaborasi dan Investasi
The Battery Show Asia – Indonesia juga akan berlangsung bersamaan dengan Electric & Power Indonesia serta Data Center Asia – Indonesia dalam payung besar Energy Week – IEE Series 2026. Ketiga pameran tersebut membentuk ekosistem industri yang saling terhubung, mulai dari pembangkitan energi, penyimpanan daya, hingga sistem digital pendukung operasional industri.
Sejumlah institusi dan perusahaan global dipastikan berpartisipasi, seperti National Battery Research Institute (NBRI), Perkumpulan Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), BryAir, Shandong Gelon Lib Co., Ltd., hingga Trafoindo Prima Perkasa.
Selain area pameran, forum industri dan seminar juga akan digelar untuk membahas isu strategis, seperti keamanan baterai di iklim tropis, pengembangan ekonomi sirkular, hingga kesiapan tenaga kerja industri baterai nasional.
Melalui penyelenggaraan ini, Indonesia dinilai semakin siap memperkuat posisinya sebagai pusat produksi dan inovasi baterai di kawasan Asia Tenggara, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi bersih dan kendaraan listrik.













