Jakarta, CoreNews.id – Suasana belanja jemaah haji Indonesia di Makkah dan Madinah diwarnai interaksi hangat dengan para pedagang Arab Saudi yang cukup fasih menggunakan bahasa Indonesia. Fenomena ini terlihat di sejumlah pusat oleh-oleh yang ramai dikunjungi jemaah asal Indonesia selama musim haji 1447 Hijriah.
Para pedagang menyapa pembeli dengan kalimat sederhana seperti “murah-murah”, “mampir sini”, hingga “Indonesia ya Hajj” untuk menarik perhatian calon pelanggan. Di Madinah, salah satu pedagang yang mencuri perhatian ialah Anwar, pemilik Toko Kanz Al Madinah di sekitar Masjid Nabawi. Warga asli Madinah itu mengaku belajar bahasa Indonesia karena sering melayani jemaah asal Indonesia.
“Saya bisa bahasa Indonesia sedikit-sedikit,” ujar Anwar, Jumat, 29 Mei 2026.
Suasana serupa juga terlihat di pasar musiman sekitar pemondokan jemaah di Makkah. Selain menjual kurma, sajadah, minyak wangi, hingga pakaian khas Timur Tengah, beberapa pedagang bahkan menerima pembayaran menggunakan rupiah untuk memudahkan transaksi jemaah Indonesia. Fenomena ini menunjukkan besarnya pengaruh jemaah Indonesia terhadap ekonomi musiman haji di Arab Saudi.













