Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Prabowo Direncanakan Meresmikan Ladang Gas Blok Abadi Masela

by Irawan Djoko Nugroho
16 Juli 2026 | 12:27
in Nasional
Sementara itu menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, proyek ladang gas raksasa Abadi Masela di Maluku menyandang status Proyek Strategis Nasional (PSN) dan ditargetkan memasuki tahap konstruksi tahun 2027. Sayangnya Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Saat ini akhirnya ada keputusan, sudah ada kajian, dan sekarang sudah jalan.

Blok Abadi Masela. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Kepulauan Tanimbar, CoreNews.id — Peletakan batu pertama alias groundbreaking ladang gas raksasa Blok Abadi Masela, di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku direncanakan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada, Kamis (16/7/2026). Secara fisik, progres pembangunan infrastruktur pendukung dan seluruh kebutuhan seremoni telah mencapai 90%. Masih ada waktu sekitar 24 jam untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan minor sehingga pada saat pelaksanaan nanti seluruh persiapan dapat rampung 100%.

Hal ini disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam keterangan resminya, (15/7/2026). Menurut Hendrik, kehadiran Presiden Prabowo Subianto sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Maluku, khususnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Sementara itu menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, proyek ladang gas raksasa Abadi Masela di Maluku menyandang status Proyek Strategis Nasional (PSN) dan ditargetkan memasuki tahap konstruksi tahun 2027. Sayangnya Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Saat ini akhirnya ada keputusan, sudah ada kajian, dan sekarang sudah jalan.

Sebagai informasi, pemerintah dicatat menargetkan proyek yang dioperasikan oleh Inpex Corporation bersama mitra ini dapat mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional.*  

READ  Kunjungan Kenegaraan Balasan Presiden Republik Federasi Brasil ke Indonesia Hari Ini
Tags: Blok Abadi MaselaGubernur Maluku Hendrik LewerissaPresiden Prabowo Subianto
Previous Post

KPK Dukung Pembentukan Tim Penyidik Khusus Kejagung Guna Dalami Perkara Eks Jampidsus

Next Post

Zulhas: Koperasi Desa Merah-Putih Bukan Supermarket, Jadi Infrastruktur Strategis Pemerintah

Next Post
Zulhas: Koperasi Desa Merah-Putih Bukan Supermarket, Jadi Infrastruktur Strategis Pemerintah

Zulhas: Koperasi Desa Merah-Putih Bukan Supermarket, Jadi Infrastruktur Strategis Pemerintah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Perbedaan Usia Pensiun Polri Digugat ke MK, Pemohon Minta Disamakan 58 Tahun

Perbedaan Usia Pensiun Polri Digugat ke MK, Pemohon Minta Disamakan 58 Tahun

12 Oktober 2026 | 15:45
Sebagai informasi, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap 14 orang, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian dan sejumlah pihak swasta. Pada 14 Oktober 2026, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah: Bima Setiawan, adik sekaligus Tenaga Ahli Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit, Tenaga Ahli Kepala BNPB Richard Erlangga, serta dua pihak swasta, Syifa Nrika Ghifarin dan Gery Prasetiawan

Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Berdasar Penelusuran KPK Sudah Terjadi Sejak 2022

15 Oktober 2026 | 11:38
Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Santri Harus Menguasai Kitab Sekaligus Teknologi

Jaga Integritas Ilmiah di Era Kecerdasan Artifisial, Prof Tholabi Dorong Pembaruan Etika Akademik Perguruan Tinggi

15 Oktober 2026 | 15:38
Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita KSAD

Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita KSAD

15 Oktober 2026 | 16:47
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
Prabowo Lantik Tujuh Pejabat Baru, Termasuk Kepala BNPB dan Empat Wakil Menteri

Prabowo Lantik Tujuh Pejabat Baru, Termasuk Kepala BNPB dan Empat Wakil Menteri

15 Oktober 2026 | 16:41
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved