Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Pemahaman Akan Produk dan Layanan Keuangan Masyarakat Masih Lemah

by Irawan Djoko Nugroho
13 Agustus 2026 | 15:56
in Pasar Modal
Adanya kesenjangan tersebut meningkatkan risiko masyarakat terpapar penawaran keuangan yang tidak dipahami dengan baik. Modusnya antara lain tawaran keuntungan investasi, grup sinyal berbayar, hingga penipuan yang menggunakan nama dan identitas perusahaan berizin.

Bursa Efek Indonesia. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Indeks inklusi keuangan nasional dicatat sebesar 80,51 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan dicatat sebesar 66,46 persen. Terdapat kesenjangan antara akses dan literasi. Kesenjangan tersebut lebih terlihat pada kelompok usia 18-25 tahun. Tingkat inklusi keuangan kelompok ini mencapai 89,96 persen, sedangkan literasinya 73,22 persen. Hal tersebut berarti sebagian besar kelompok muda telah memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi pemahaman mereka belum sepenuhnya mengikuti perluasan akses tersebut.

Informasi tersebut berdasar Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik. Adanya kesenjangan tersebut meningkatkan risiko masyarakat terpapar penawaran keuangan yang tidak dipahami dengan baik. Modusnya antara lain tawaran keuntungan investasi, grup sinyal berbayar, hingga penipuan yang menggunakan nama dan identitas perusahaan berizin.

Terkait perusahaan pialang, CEO Finex Agung Wisnuaji di Jakarta (12/8/2026) menyatakan jika perusahaan memiliki tanggung jawab memastikan nasabah memahami risiko sebelum melakukan transaksi. Hal ini karena transparansi informasi dan edukasi menjadi bagian penting agar perluasan akses terhadap layanan keuangan tidak berujung pada keputusan yang keliru. Namun demikian, edukasi dan perlindungan konsumen tidak menghilangkan risiko perdagangan berjangka. Aktivitas trading tetap memiliki potensi kerugian sehingga kemampuan memahami risiko menjadi bagian penting sebelum masyarakat mengambil keputusan keuangan.*

READ  IHSG Sesi I Menguat 0,86 Persen ke Level 6.228,91
Tags: BEIOJKSNLIK 2025
Previous Post

Prabowo: Cita-cita Besar Indonesia Tak Boleh Lupakan Rakyat Kecil

Next Post

UniPin Perkuat Ekosistem Game Lokal Indonesia

Next Post
unipin-ekosistem-game-lokal

UniPin Perkuat Ekosistem Game Lokal Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Menurut Agustianto selepas melakukan pengukuhan Pengurus Propinsi Kaltara, para pengurus baru diharap dapat mengetahui persoalan yang menjadi perhatian MASPERA. Di mana diantaranya adalah ketimpangan penguasaan dan kepemilikan tanah, tumpang tindih perizinan, konflik antara masyarakat dan pelaku usaha, serta sengketa yang melibatkan masyarakat adat. Praktik mafia tanah, lemahnya penegakan hukum, dan kerusakan lingkungan turut menjadi tantangan dalam pengelolaan agraria.

Masyarakat Peduli Agraria Kukuhkan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Kalimantan Utara

28 September 2026 | 17:35
Aksi Nyata Mahasiswa KKI FT UI Galang Donasi Karhutla Kalimantan dan Bersihkan 117 Kg Sampah

Aksi Nyata Mahasiswa KKI FT UI Galang Donasi Karhutla Kalimantan dan Bersihkan 117 Kg Sampah

28 September 2026 | 11:44
Profil Singkat Nabi Ibrahim AS

Profil Singkat Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:59
10-lagu-indonesia-viral-2025

10 Lagu Indonesia yang Viral Sepanjang 2025, Nomor 1 Paling Banyak Diputar di Spotify!

27 Desember 2025 | 09:00
Menurut Agustianto, Seminar Nasional yang telah diselenggarakan nantinya tidak hanya berhenti pada ruang diskusi, namun dapat melahirkan sebuah rekomendasi konkret. Hasil akhir seminar ini akan dituangkan ke dalam sebuah dokumen resmi bertajuk "Rekomendasi Kalimantan Utara Tentang Penegakan Hukum Agraria dan Kehutanan yang Terintegrasi."

MASPERA Harap Penegakan Hukum di Lahan Kawasan Hutan Tidak Hanya Sasar Masyarakat Lapangan

28 September 2026 | 16:19
IGIC 2026 Pilih Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI dan Hasilkan Jakarta Understanding

IGIC 2026 Pilih Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI dan Hasilkan Jakarta Understanding

28 September 2026 | 15:31
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved