Jakarta, CoreNews.id – Bagi banyak anak muda, keinginan membangun usaha kerap berawal dari upaya menciptakan peluang baru atau mendapatkan penghasilan tambahan. Namun, menentukan langkah pertama menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman bisnis, mentor, atau sumber daya memadai.
ChatGPT dapat dimanfaatkan sebagai rekan berpikir untuk membantu calon wirausaha mengubah ide menjadi langkah awal bisnis yang lebih terarah. “Setidaknya terdapat tiga cara praktis yang dapat dilakukan,” dikutip dari siaran pers OpenAI, 13/8/2026.
Uji Ide Bisnis Lebih Terarah
Langkah pertama adalah menggunakan ChatGPT sebagai mentor bisnis dan rekan berpikir untuk menguji kelayakan ide usaha. Pengguna dapat memberikan informasi mengenai lokasi, pengalaman, layanan yang ingin dikembangkan, serta target pelanggan.
Selanjutnya, ChatGPT dapat diminta menggunakan kerangka The Truth, Diagnosis, Best Move, Action Plan, dan Challenge untuk membantu memahami kondisi pasar, risiko, target pelanggan, serta langkah awal yang realistis.
Ubah Ide Menjadi Rencana Kerja
Setelah arah bisnis ditentukan, ChatGPT dapat membantu menyusun rencana tujuh dan 30 hari pertama. Rencana tersebut dapat mencakup prioritas, kebutuhan alat, keterampilan, batas layanan, hingga cara menjangkau calon klien.
Pendekatan ini membantu pengguna mengubah gagasan menjadi langkah konkret sesuai kemampuan, waktu, modal, dan jaringan yang tersedia.
Buat Materi Promosi Bisnis
Tahap berikutnya adalah memperkenalkan bisnis kepada calon pelanggan. ChatGPT dapat membantu menyusun rencana konten media sosial berdasarkan layanan dan target pasar. Sementara itu, ChatGPT Images dapat digunakan untuk membuat visual pendukung.
Pengalaman tersebut menunjukkan ChatGPT dapat membantu calon wirausaha merapikan ide, menyusun langkah awal, dan belajar secara lebih terstruktur. Namun, keputusan dan eksekusi tetap berada di tangan pengguna, sedangkan keberhasilan bisnis bergantung pada konsistensi serta pemahaman terhadap kebutuhan klien.













