Jakarta, CoreNews.id – Prancis dan Korea Selatan menguasai empat dari lima medali emas Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di New Delhi, India.
Prancis meraih dua gelar melalui Alex Lanier pada tunggal putra serta Thom Gicquel/Delphine Delrue di ganda campuran. Sementara itu, Korea Selatan berjaya melalui An Se-young dan Baek Ha-na/Lee So-hee di nomor putri.
Gicquel/Delrue membuka sejarah Prancis dengan mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dalam tiga gim, 22-20, 19-21, 21-15.
Lanier kemudian menggandakan pesta Prancis setelah menundukkan Kodai Naraoka dari Jepang 21-11, 21-11. Pemain berusia 21 tahun itu menjadi tunggal putra Prancis pertama yang meraih gelar juara dunia.
Korea Selatan Dominasi Nomor Putri
Korea Selatan juga mencatat pencapaian penting. Baek Ha-na/Lee So-hee mengalahkan Liu Sheng Shu/Tan Ning dari China 21-15, 21-15 sekaligus mengakhiri penantian 31 tahun Korea Selatan di ganda putri.
An Se-young kemudian melengkapi dua emas setelah mengalahkan juara bertahan Akane Yamaguchi dari Jepang 21-17, 21-14. Ini menjadi gelar dunia kedua bagi An setelah 2023.
China memperoleh satu-satunya emas tersisa melalui Liang Wei Keng/Wang Chang yang mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik 21-17, 21-16.
Indonesia Bawa Pulang Perunggu
Indonesia menutup Kejuaraan Dunia 2026 dengan satu medali perunggu melalui Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Amri/Nita terhenti di semifinal setelah kalah tipis dari Feng/Huang 22-20, 14-21, 20-22 dalam 97 menit.
Amri menyebut perunggu tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dan membangun kembali kekuatan ganda campuran Indonesia.
“Medali perunggu ini untuk Indonesia dan untuk semua yang sudah selalu percaya kalau kami masih bisa bersaing,” kata Nita.
Dengan hasil tersebut, lima gelar dunia 2026 terbagi kepada tiga negara. Prancis dan Korea Selatan masing-masing meraih dua emas, sedangkan China membawa pulang satu emas.













