Jakarta, CoreNews.id – Sedikitnya empat anak dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza pada pekan lalu. Laporan tersebut disampaikan United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada Jumat (28/8/2026).
Dua anak laki-laki berusia dua dan empat tahun tewas dalam serangan terpisah. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun juga meninggal setelah terkena tembakan dari darat saat berada di dalam tendanya.
Sementara itu, anak laki-laki berusia 16 tahun meninggal akibat luka serius dari serangan sebelumnya. Tiga anak berusia delapan, 10, dan 17 tahun juga terluka setelah terkena tembakan peluru tajam.
“Anak-anak terus terbunuh dan terluka,” kata Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Edouard Beigbeder, Senin (31/8/2026).
Serangan juga menghancurkan gudang persediaan nutrisi UNICEF senilai lebih dari USD770 ribu. Persediaan tersebut sedianya digunakan untuk membantu sekitar 40.500 anak rentan serta 4.900 perempuan hamil dan menyusui.
UNICEF menyebut 70 persen infrastruktur air dan sanitasi di Gaza telah rusak. Sebanyak 63 persen penduduk bahkan tidak dapat mengakses enam liter air minum per orang per hari.
UNICEF menyerukan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, perlindungan anak dan infrastruktur sipil, serta akses bantuan kemanusiaan yang cepat, aman, dan tanpa hambatan.












