Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Kolaborasi Indonesia-Australia Perkuat Layanan Kesehatan Primer

Pemanfaatan kecerdasan artifisial dikembangkan untuk membantu digitalisasi data, pemantauan risiko kehamilan, serta komunikasi kesehatan ibu dan anak.

by Teguh Imam Suyudi
29 Agustus 2026 | 17:00
in Humaniora
kolaborasi-indonesia-australia-ai-kesehatan-primer

Sesi Demonstrasi Teknologi yang dikembangkan dalam Project AI in Healthcare

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Kolaborasi Indonesia dan Australia mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.

Upaya tersebut dibahas dalam Webinar Diseminasi Nasional AI in Health Care Project yang digelar secara hibrida di Lombok Astoria, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kembangkan tiga teknologi berbasis AI

Proyek kolaboratif yang melibatkan Summit Institute for Development (SUMMIT), BRIN, CSIRO Australia, dan Universitas Mataram (UNRAM) dengan dukungan KONEKSI – Australia-Indonesia Knowledge Partnership itu berangkat dari kebutuhan pengelolaan data kesehatan ibu yang sebagian masih dilakukan secara manual.

Dalam proyek tersebut dikembangkan tiga komponen teknologi yang saling terhubung, yakni Bunda Optical Character Recognition (OCR), AI Predictive Dashboard, dan AI Personalized Message.

Bunda OCR membantu bidan mengubah informasi dalam Buku KIA menjadi data digital sehingga mengurangi pemindahan data secara manual.

Data tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan melalui AI Predictive Dashboard sebagai alat pendukung keputusan bagi tenaga kesehatan untuk memantau kondisi kehamilan, mengenali risiko, menentukan prioritas pelayanan, dan mendukung tindak lanjut.

Sementara itu, AI Personalized Message menggunakan WhatsApp untuk menyampaikan informasi dan edukasi kesehatan yang lebih relevan kepada ibu hamil.

CEO Summit Institute for Development Yuni Dwi Setiyawati, 29/8/2026, mengatakan pengembangan teknologi tersebut didorong kebutuhan agar data kesehatan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ia menilai digitalisasi data manual dapat membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi dan memberikan respons secara lebih cepat.

READ  Shalat Dhuha Pada Waktu Ini Berpahala Senilai Ibadah Haji dan Umroh
Tags: AI KesehatanKesehatan PrimerTeknologi Kesehatan
Previous Post

Pertamina Hadirkan Eco Jersey dari Limbah Plastik

Next Post

Muktamar NU Putuskan Voting Pilih Ketua Umum

Next Post
muktamar-nu-putuskan-voting-pilih-ketua-umum-pbnu

Muktamar NU Putuskan Voting Pilih Ketua Umum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Perbedaan Usia Pensiun Polri Digugat ke MK, Pemohon Minta Disamakan 58 Tahun

Perbedaan Usia Pensiun Polri Digugat ke MK, Pemohon Minta Disamakan 58 Tahun

12 Oktober 2026 | 15:45
Sebagai informasi, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap 14 orang, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian dan sejumlah pihak swasta. Pada 14 Oktober 2026, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah: Bima Setiawan, adik sekaligus Tenaga Ahli Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit, Tenaga Ahli Kepala BNPB Richard Erlangga, serta dua pihak swasta, Syifa Nrika Ghifarin dan Gery Prasetiawan

Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Berdasar Penelusuran KPK Sudah Terjadi Sejak 2022

15 Oktober 2026 | 11:38
Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Santri Harus Menguasai Kitab Sekaligus Teknologi

Jaga Integritas Ilmiah di Era Kecerdasan Artifisial, Prof Tholabi Dorong Pembaruan Etika Akademik Perguruan Tinggi

15 Oktober 2026 | 15:38
Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita KSAD

Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita KSAD

15 Oktober 2026 | 16:47
Prabowo Lantik Tujuh Pejabat Baru, Termasuk Kepala BNPB dan Empat Wakil Menteri

Prabowo Lantik Tujuh Pejabat Baru, Termasuk Kepala BNPB dan Empat Wakil Menteri

15 Oktober 2026 | 16:41
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved