SCG mengintegrasikan ekonomi sirkular melalui pengolahan limbah menjadi energi alternatif dan bahan baku bernilai tambah untuk mendukung industri berkelanjutan.
Jakarta, CoreNews.id – SCG mendorong penerapan ekonomi sirkular di Indonesia sebagai strategi memperkuat daya saing industri sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Langkah tersebut dilakukan dengan mengubah limbah menjadi sumber daya alternatif melalui berbagai inisiatif di sepanjang rantai nilai perusahaan. SCG menilai model bisnis linear take-make-dispose perlu ditransformasi menuju konsep resource recovery yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru.
Limbah Diolah Menjadi Energi
President Director PT Semen Jawa, Anawat Pornpunyapat, mengatakan ekonomi sirkular tidak hanya berperan dalam mengurangi limbah, tetapi juga memperkuat ketahanan operasional perusahaan.
“SCG mengambil pendekatan progresif dalam pengelolaan sampah. Kami tidak hanya memitigasi dan mengurangi limbah, tetapi juga mengubahnya menjadi peluang penciptaan nilai baru,” ujarnya dalam panel diskusi SAFE by Katadata 2026, 16/9/2026.
Di PT Semen Jawa, SCG menerapkan teknologi Alternative Fuel & Alternative Raw Material (AF/AR) serta mengoperasikan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF). Sampah perkotaan diproses melalui tahapan sorting, shredding, dan screening untuk menjadi bahan bakar alternatif bagi kiln semen.
Fasilitas RDF tersebut telah memproses lebih dari 62.790 ton sampah perkotaan menjadi energi alternatif. Pada 2026, pemanfaatan bahan bakar alternatif mencatat heat substitution sebesar 35 persen, sedangkan bahan baku alternatif mencapai 9,4 persen. Pasted text
Perkuat Rantai Pasok Daur Ulang
Di sektor kemasan, PT Fajar Surya Wisesa Tbk atau FajarPaper menerapkan model circular production & sourcing dengan memanfaatkan kertas daur ulang sebagai bahan baku.
Pada 2025, FajarPaper menggunakan sekitar 1,23 juta ton recycled paper. Produksi kemudian meningkat dari 1,06 juta ton pada 2024 menjadi 1,12 juta ton pada 2025 atau tumbuh 5,5 persen secara tahunan. Pasted text
SCG juga menargetkan peningkatan substitusi bahan bakar alternatif hingga 70 persen pada 2030 sebagai bagian dari komitmen mencapai Net Zero 2050













