Jakarta, CoreNews.id — Pembiayaan konsumer Bank Muamalat tumbuh sebesar 54,63% secara year on year (yoy) menjadi Rp 5,3 triliun pada semester I-2026. Produk seperti Solusi Emas Hijrah, pembiayaan haji khusus Prohajj Plus, multiguna, dan KPR iB Hijrah mencatat kenaikan yang impresif. Peningkatan kinerja itu sejalan dengan strategi refocussing bisnis dengan memperkuat segmen consumer guna menopang pembiayaan perusahaan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi dalam siaran pers di Jakarta, (21/9/2026). Menurut Ricky, memahami kebutuhan pembiayaan nasabah semakin beragam, maka Bank Muamalat kemudian terus memperkuat proposisi produk, memperluas target pasar, serta melakukan transformasi proses untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan consumer.
Seperti misalnya, Bank Muamalat secara konsisten menyalurkan pembiayaan Solusi Emas Hijrah yang memiliki keunggulan karena service level agreement (SLA) dilakukan satu hari, limit gramasi emas hingga 500 gram dengan jangka waktu pembiayaan sampai dengan sepuluh tahun. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak 537% yoy mencapai Rp1,9 triliun pada akhir Juni 2026.
Selain itu, penggunaan decision engine untuk pembiayaan multiguna dan Prohajj telah meningkatkan booking volume dengan menciptakan efisiensi proses dan mengembangkan target segmen portofolio baru. Bank Muamalat juga terus mengoptimalkan penyaluran KPR iB Hijrah melalui perluasan kerja sama dengan pengembang ternama. Semua itu demi memberikan rasa nyaman dan ketersediaan beragam pilihan hunian sesuai kebutuhan nasabah.
Sekalipun demikian, di tengah akselerasi pertumbuhan bisnis, Bank Muamalat tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perseroan berkomitmen menjaga kualitas pembiayaan dan rasio Non Performing Financing (NPF) pada level yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator serta risk appetite perseroan. Bank Muamalat ke depan, juga akan melanjutkan transformasi bisnis untuk mengakselerasi pertumbuhan segmen consumer secara sehat dan berkelanjutan.*













