Stimulus difokuskan untuk menjaga daya beli, memperluas kesempatan kerja, dan menopang keberlanjutan dunia usaha.
Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan mendukung keberlanjutan dunia usaha.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan berbagai program tersebut dirancang untuk memastikan pemulihan ekonomi berjalan inklusif.
“Pemerintah berkomitmen memastikan pemulihan ekonomi berjalan inklusif dengan memperkuat proteksi sosial sekaligus mendorong produktivitas sektor riil,” kata Haryo, dikutip dari pemberitaan sejumlah media nasional, 5/10/2026.
Perkuat Perlindungan Sosial
Salah satu program yang disiapkan adalah pembukaan rekening bank bagi warga negara berusia di atas 17 tahun, terutama masyarakat kelompok desil 1 hingga desil 4.
Penetapan jumlah penerima masih dalam proses cross-check data antar-kementerian/lembaga untuk memastikan ketepatan penyaluran.
Untuk menjaga ketahanan pangan, pemerintah menyalurkan bantuan beras 10 kilogram per bulan selama Oktober-Desember 2026. Program senilai Rp17,5 triliun tersebut menyasar 33.244.408 keluarga penerima manfaat (KPM) desil 1-4.
Perluas Dukungan Pekerja
Pemerintah juga memperkuat perlindungan pekerja melalui Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan bagi 13,3 juta pekerja, dengan anggaran hampir Rp12 triliun.
Memasuki 2027, pemerintah akan melanjutkan program magang untuk 150 ribu peserta dan pelatihan vokasi bagi 300 ribu orang.
Selain itu, pengurangan PPh Pasal 21 bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan diperluas ke seluruh sektor dan ditargetkan menjangkau 7,5 juta pekerja.
Pemerintah juga membahas penyesuaian penghasilan tidak kena pajak (PTKP) bersama Kementerian Keuangan.













