Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Selama Januari 2024 Terindikasi Tumbuh Terbatas

by Irawan Djoko Nugroho
26 Februari 2024 | 14:31
in Keuangan
pembiayaan korporasi terindikasi tumbuh terbatas tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 6,5 persen. Penyaluran kredit baru oleh perbankan selama Januari 2024 juga terindikasi tumbuh terbatas. Hal ini terlihat dengan SBT yang hanya sebesar 24,5 persen.

Bank Indonesia

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Survei permintaan dan penawaran pembiayaan perbankan Januari 2024 mencatat kebutuhan pembiayaan korporasi pada Januari 2024 terindikasi tumbuh terbatas. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, (26/2/2024).

Menurut Erwin Haryono kembali, pembiayaan korporasi terindikasi tumbuh terbatas tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 6,5 persen. Penyaluran kredit baru oleh perbankan selama Januari 2024 juga terindikasi tumbuh terbatas. Hal ini terlihat dengan SBT yang hanya sebesar 24,5 persen.

Sementara itu untuk keseluruhan kuartal I 2024, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan diprakirakan tetap tumbuh meski melambat sesuai pola historisnya. Pada sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru pada Januari 2024 terindikasi relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu ditandai dengan mayoritas pembiayaan berasal dari bank umum.*

READ  Surat Utang SMF Resmi Jadi Underlying Transaksi REPO BI
Tags: Bank IndonesiaPembiayaan Korporasi
Previous Post

Usai Bertemu SBY, Prabowo akan Temui Megawati

Next Post

Menjelang Puasa Harga Cabai Sudah Meroket Capai Rp 90 Ribu Per Kilo

Next Post
Untuk cabai rawit merah, harga kini mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai rawit merah ada di kisaran Rp 60 ribu per kilogram

Menjelang Puasa Harga Cabai Sudah Meroket Capai Rp 90 Ribu Per Kilo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

Kwik Kian Gie

Wafat di Usia 90, Ini 6 Warisan Pemikiran Kwik Kian Gie yang Masih Menginspirasi

29 Juli 2025 | 16:40
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
net-buy-asing-ihsg-rekor-saham-diborong

Net Buy Asing Tembus Rp 4,46 Triliun, Ini 10 Saham Paling Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

16 Januari 2026 | 21:00
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
skandal-dsi-ponzi-berkedok-syariah

Skandal DSI: Ponzi Berkedok Syariah

15 Januari 2026 | 22:00
Menurut Billy, kakao dan kopi memiliki keunggulan ekologis dibanding komoditas lain karena tidak mendorong pembabatan hutan yang menyebabkan homogenisasi hutan. Sistem tanamnya pun, masih mempertahankan tutupan hutan. Sehingga, masih ada shade tree dan tanamannya bisa berada di antara hutan produksi, tidak menjadi monokultur.

Pembangunan Ekonomi Papua Seharusnya Bertumpu pada Kakao dan Kopi Bukan Sawit

17 Januari 2026 | 13:29
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved