CoreNews.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang berujung perdebatan menegangkan. Pertemuan ini digelar di Ruang Oval, Gedung Putih pada hari Jumat (28/2/2025), dikutip dari Al Jazeera.
Konfrontasi ini terjadi setelah Zelenskyy secara tegas menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin adalah agresor yang membenci Ukraina. Zelenskyy juga mengatakan bahwa Putin ingin menghancurkan negaranya.
Pertemuan awalnya berlangsung sopan selama 23 menit pertama, tetapi setelah 39 menit, suasana berubah drastis menjadi perdebatan sengit. Tidak ada kesepakatan yang ditandatangani dalam pertemuan tersebut, meninggalkan masa depan hubungan AS-Ukraina dalam ketidakpastian.
Wakil Presiden AS JD Vance turut serta dalam perdebatan. Ia menyalahkan pemerintahan Presiden sebelumnya, Joe Biden, atas dimulainya perang di Ukraina.
Zelenskyy membantah tuduhan tersebut dan mempertanyakan bagaimana perundingan damai dapat berhasil jika Putin telah berulang kali melanggar perjanjian sebelumnya. Vance kemudian menuduh Zelenskyy tidak sopan berdebat di depan media AS, yang memicu reaksi keras dari Trump.
Dalam suasana semakin panas, Trump membentak Zelenskyy dan menegaskan bahwa Ukraina seharusnya lebih bersyukur atas bantuan AS. “Kamu harus bersyukur. Kamu dalam posisi sulit. Rakyatmu sekarat. Tentaramu hampir habis,” ujar Trump dengan nada tinggi.













