Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Presiden Prabowo Berencana Kunjungi Rusia pada Juni 2025

by Miroji
19 Maret 2025 | 10:50
in Nasional
Tinjau Cetak Sawah Sejuta Hektare, Prabowo Didampingi Haji Isam
Bagikan sekarang:

CoreNews.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mengunjungi Rusia pada Juni 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dengan blok ekonomi Eurasia Economic Union (EAEU).

Blok ekonomi EAEU terdiri dari lima negara pecahan Uni Soviet, yaitu Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia. Airlangga berharap pada kunjungan tersebut, prinsip perjanjian perdagangan bebas sudah bisa ditandatangani.

Sidang Komite Sebelum Lawatan Presiden

Sebelum kunjungan Presiden Prabowo, Indonesia dan Rusia akan menggelar sidang komite pada 14-15 April 2025. Airlangga berharap pertemuan tersebut dapat memantapkan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan EAEU sebelum ditandatangani oleh Presiden Prabowo. Ia menyebut bahwa 14 dari 15 bab perjanjian sudah hampir selesai.

Perjanjian Dagang Lainnya: IEU-CEPA dan CPTPP

Selain perjanjian dengan EAEU, Airlangga juga membahas Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Saat ini, ada dua isu yang masih perlu diselesaikan, yaitu terkait bea ekspor dan perizinan impor.

Airlangga juga melaporkan perkembangan perjanjian dagang Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Perjanjian ini melibatkan negara-negara seperti Australia, Brunei, Kanada, Chile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Vietnam, dan Inggris (yang bergabung pada Desember 2024).

Manfaat Bergabung dengan CPTPP

Menurut Airlangga, bergabungnya Indonesia dengan CPTPP akan membuka pasar ekspor baru di Meksiko, Kanada, Peru, dan Inggris. Selain itu, akan terjadi penurunan tarif secara langsung. Perjanjian CPTPP juga tidak menerapkan standar Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS), yang dinilai menguntungkan bagi Indonesia.

READ  BPJPH-BPOM Temukan Produk Halal Mengandung Babi
Tags: PrabowoPutinRusia
Previous Post

IHSG Kembali Dibuka Turun ke Level 6.186,46

Next Post

KPK Belum Jadwalkan Pemeriksaan RK Terkait Kasus Korupsi Bank BJB

Next Post
Wali Kota Semarang dan Suaminya Mangkir Dipanggil KPK

KPK Belum Jadwalkan Pemeriksaan RK Terkait Kasus Korupsi Bank BJB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Sebagai informasi, perubahan status indeks pasar modal oleh MSCI akan memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan dana global dan stabilitas makroekonomi suatu negara. Demikian pula jika kategori diturunkan dari Emerging Market menjadi Standalone Market, maka akan memiliki dampak yang ekstrem dibanding bila Indonesia tetap bertahan di status Emerging Market.

Adaptif dan Agile, Strategi OJK Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan

28 Oktober 2026 | 17:32
ISFEX 2026 Perkuat Kolaborasi Brand dan Komunitas untuk Dorong Industri Olahraga

ISFEX 2026 Perkuat Kolaborasi Brand dan Komunitas untuk Dorong Industri Olahraga

29 Oktober 2026 | 17:35
Logo Danantara

Laba BUMN Naik 18,4 Persen Berkat Transformasi

27 Oktober 2026 | 09:00
alasan-perlu-berasuransi

Prudential Indonesia Dorong Perempuan Kembangkan Karier Finansial

24 Oktober 2026 | 09:00
Perayaan 10 Muharram di Kios Yatim Berlangsung Khidmat, Santunan Yatim dan Tausiyah Jadi Momentum Tebar Kepedulian

Perayaan 10 Muharram di Kios Yatim Berlangsung Khidmat, Santunan Yatim dan Tausiyah Jadi Momentum Tebar Kepedulian

28 Juni 2026 | 07:37
harry-kane-inggris-kroasia-piala-dunia-2026

Harry Kane Samai Rekor Lineker, Inggris Taklukkan Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026

18 Juni 2026 | 10:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved