Pemadaman listrik besar-besaran yang melumpuhkan Bali pada Jumat (2/5/2025) sore bukan disebabkan oleh PLTU Celukan Bawang. Manajemen PLTU menjelaskan bahwa masalah utama berasal dari gangguan di jaringan transmisi Jawa-Bali.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
- Gangguan Besar di Jawa Timur: Saluran listrik tegangan tinggi (SUTT) 150 kV di Jawa Timur mengalami masalah, mempengaruhi kabel bawah laut yang menghubungkan Jawa dan Bali.
- Pasokan Listrik Terhenti: Normalnya, kabel ini mengalirkan 270 MW ke Bali. Saat gangguan terjadi, pasokan turun drastis menjadi 0 MW.
- Sistem Otomatis Mati: Ketidakseimbangan pasokan-listrik membuat frekuensi listrik turun drastis, memaksa semua pembangkit (termasuk PLTU Celukan Bawang) otomatis mati untuk mencegah kerusakan.
PLTU Celukan Bawang Bukan Penyebab
- PLTU Celukan Bawang Unit 2 baru mati 1 menit setelah pembangkit lain trip, bukan sebagai pemicu awal.
- Gangguan menyebabkan penarikan daya reaktif (MVAR) berlebihan (228 MVAR), jauh melebihi batas aman (80 MVAR).
Pemulihan Cepat oleh PLN
- Listrik Bali kembali normal dalam 12 jam (pukul 03.30 WITA, 3/5).
- Tim PLN bekerja cepat memulihkan listrik di tempat vital: rumah sakit, bandara, dan pelabuhan.
- Penyebab pasti masih diteliti, tapi bukan karena serangan siber.













