Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Guru Besar UIN Jakarta Serukan Jaga Etika di Era Kecerdasan Buatan

by Redaksi
8 Juli 2025 | 23:24
in News
Prof Tholabi cuti hakim

Foto: Dok. Pribadi

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif telah membawa revolusi besar dalam dunia pendidikan. Namun di balik kemudahannya, muncul tantangan serius terkait moralitas dan integritas akademik. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie, menilai bahwa dunia pendidikan tengah menghadapi krisis moral yang tidak bisa dianggap sepele (8/7/2023).

“Ilmu yang diperoleh tanpa akhlak hanya akan melahirkan kegilaan,” ujar Tholabi mengutip Imam al-Ghazali. “Dan kini, kita menghadapi paradoks: ilmu yang diperoleh lewat jalan pintas, tanpa proses intelektual yang sah.”

Tholabi, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta, mengungkapkan bahwa hasil Survei Persepsi Integritas (SPI) KPK tahun 2024 menunjukkan 43 persen responden menyatakan plagiarisme masih marak di kampus. Hal ini menjadi indikator lemahnya etika akademik di era digital yang semakin canggih.

Dalam pandangannya, melarang total penggunaan AI adalah sikap yang naif, namun membebaskannya tanpa kontrol justru lebih berbahaya. “Islam mengajarkan jalan tengah, wasathiyyah,” tegas Tholabi. Maka, penggunaan AI dalam pendidikan harus diiringi tiga prinsip utama, yakni: shiddiq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), dan al-‘adl (keadilan).

Ia mencontohkan langkah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta yang telah mewajibkan mahasiswa mengisi AI disclosure form dalam setiap tugas. “Mahasiswa harus transparan, menjelaskan seberapa jauh AI digunakan dalam karya akademiknya,” jelasnya.

Prinsip amanah, menurut dia, juga penting agar mahasiswa tetap memahami substansi karya yang dihasilkan, meski menggunakan bantuan AI. Sedangkan keadilan menuntut akses yang setara terhadap teknologi ini. “Tidak semua mahasiswa mampu membeli layanan AI premium. Maka sudah saatnya kampus berpikir menyediakan fasilitas ini secara merata, misalnya melalui program ‘AI for All’,” tambahnya.

READ  Panglima TNI Tunjuk Saleh Mustafa Jadi Wakil KSAD

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kata Tholabi, menjadi salah satu pelopor integrasi nilai Islam dalam pengembangan AI. Melalui Artificial Intelligence and Literacy Innovation Institute (ALII), kampus ini mengembangkan program riset dan pelatihan yang mengajarkan literasi AI berbasis etika keislaman.

“Teknologi harus diarahkan pada maqāṣid al-syarī‘ah, bukan sekadar kemajuan teknis. Di ALII, kami mengajarkan tidak hanya cara pakai AI, tapi juga cara berpikir etis dan bertanggung jawab terhadap penggunaannya,” ujar Tholabi yang juga salah seorang pimpinan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN).

Ia menyoroti bahwa pendidikan berbasis AI hanya akan bermakna jika dibarengi dengan karakter moral. “AI itu cermin. Jika karaktermu jujur dan amanah, ia akan jadi berkah. Tapi jika tidak, ia bisa jadi bencana.”

Di akhir perbincangan, Tholabi menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengaburkan misi dasar pendidikan, yakni membentuk akhlak mulia. “Pesan Rasulullah sangat relevan bahwa risalah utama kenabianya adalah untuk menyempurnakan akhlak. Itu tidak berubah, bahkan di tengah gelombang digitalisasi.”

“Teknologi boleh canggih. Tapi akhlak harus tetap mulia. Karena pada akhirnya, bukan AI yang menentukan arah peradaban, tapi manusia yang mengendalikan AI itu sendiri,” pungkasnya.

Tags: Ahmad Tholabi KharlieGeneratif AIGuru Besar UIN JakartaKecerdasan Buatan
Previous Post

Jalur Denpasar-Gilimanuk Dialihkan Selama Sebulan Akibat Jalan Amblas di Tabanan

Next Post

Heboh! Diplomat RI Tewas di Kamar Kos, Kepala Terlilit Lakban

Next Post
diplomat muda

Heboh! Diplomat RI Tewas di Kamar Kos, Kepala Terlilit Lakban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Menurut Yvonne, Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan.

Sembilan WNI Ditangkap Israel, Kemenlu Upayakan Pembebasan

20 Mei 2026 | 10:49
Grey Bukan Sekadar Warna, New Balance Rayakan Identitas Urban Lewat Grey Days 2026

Grey Bukan Sekadar Warna, New Balance Rayakan Identitas Urban Lewat Grey Days 2026

20 Mei 2026 | 12:45
Menurut Prabowo kembali, lewat kebijakan tersebut, kas negara diproyeksikan bisa mengamankan potensi penghasilan hingga 150 miliar dolar AS. Nilai itu setara dengan Rp2.653,92 triliun per tahun (asumsi kurs Rp17.692 per Dolar AS)

Pemerintah Bentuk Badan Ekspor Dengan Potensi Penghasilan Hingga 150 Miliar Dolar AS

20 Mei 2026 | 14:02
Selain rupiah, ringgit Malaysia terkoreksi 0,09%. Dolar Taiwan tertekan 0,07% dan baht Thailand tertekan 0,06%. Won Korea Selatan juga turun 0,04%. Selain itu, dolar Hong Kong melemah tipis 0,008%.

Rupiah Terjun Bebas Menjadi Rp 17.738 Per Dolar AS

20 Mei 2026 | 09:49
Sementara itu, harga emas di Pegadaian tetap naik. Harga emas UBS, Antam, dan Galeri24 masing-masing naik menjadi Rp 2.845.000, Rp 2.887.000, dan Rp 2.782.000 per gram. Ini dikutip dari laman Sahabat Pegadaian Jakarta, Rabu pukul 07.38 WIB. Sebelumnya, harga ketiganya di Pegadaian pada Selasa (19/5/2026) dicatat sebagai berikut. Harga emas UBS Rp 2.788.000, Antam Rp 2.861.000, dan Galeri24 Rp 2.756.000 per gram

Harga Emas Antam Turun, Harga Emas Pegadaian Naik

20 Mei 2026 | 10:16
Prabowo Bentuk BUMN Khusus Ekspor, PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Pengekspor Tunggal SDA

Prabowo Bentuk BUMN Khusus Ekspor, PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Pengekspor Tunggal SDA

20 Mei 2026 | 14:11
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved