Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Guru Besar UIN Jakarta: Sarjana NU Harus Jadi Simpul Kolaborasi Umat dan Sains

by Redaksi
1 Agustus 2025 | 10:47
in Nasional
prof ahmad tholabi

Foto: Dok. Pribadi

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Musyawarah Nasional dan Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) masa khidmat 2025–2030 yang digelar di Jakarta pada 30–31 Juli 2025 menjadi momentum reflektif bagi para cendekia Nahdlatul Ulama.

Tidak semata seremoni, forum ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan peran strategis ISNU di tengah tantangan kebangsaan dan globalisasi.

Ahmad Tholabi Kharlie, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Dewan Ahli PP ISNU, menyebut ISNU harus bertransformasi dari sekadar forum diskusi elit menjadi motor gerakan intelektual yang membumi.

“ISNU harus hadir di ruang-ruang nyata, menyentuh denyut umat dari desa, sekolah, pesantren hingga ranah digital. Jika hanya berwacana tanpa aksi, ISNU akan terjebak sebagai menara gading yang terasing dari basis Nahdliyyin,” tegas Tholabi kepada media, Rabu (30/7).

Menurutnya, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 tak hanya bersifat teknis, tapi juga ideologis dan ekologis. Dalam konteks ini, peran ISNU sebagai epistemic community sangat strategis.

Ia mengingatkan, sambil mengutip David Held (1995), bahwa komunitas sarjana memiliki posisi penting dalam memproduksi gagasan dan mempengaruhi arah tata kelola global.

“ISNU harus menjadi simpul kolaboratif, yakni menghubungkan dunia pesantren dan teknologi, tradisi dan modernitas, serta ilmu agama dan sains,” ungkap Tholabi.

Dalam Munas ISNU, sejumlah tokoh nasional dari kalangan NU hadir, menjadi bukti bahwa sarjana NU relevan dalam posisi strategis. Namun, Tholabi mengingatkan, pencapaian personal belum tentu menjamin efektivitas kolektif. Diperlukan desain organisasi inklusif dan kaderisasi intelektual yang adaptif terhadap zaman.

Ketua Umum ISNU, Kamaruddin Amin, juga menegaskan pentingnya peningkatan partisipasi pendidikan tinggi nasional yang saat ini baru menyentuh 40 persen. ISNU, katanya, dengan lebih dari 2.000 guru besar dan puluhan ribu doktor, bisa menjadi mitra utama pemerintah dalam pembangunan SDM unggul.

READ  Guru Besar UIN Jakarta Minta Sarjana Muslim jadi Agen Peradaban

“ISNU harus menjadi policy think tank untuk NU dan negara,” ujar Tholabi. ISNU harus menjawab pertanyaan besar tentang arah dan peran cendekia NU, bukan hanya berpikir, tapi juga bertindak nyata bagi kemaslahatan umat.

Dari Munas ini, ISNU diharapkan tidak sekadar merumuskan visi, tetapi juga memulai misi mencerdaskan, mengakar, dan menerangi.***

Tags: Ahmad Tholabi KharlieGuru Besar UIN Jakartaisnusarjanah NU
Previous Post

Semen Indonesia Sukses Bukukan Laba Rp 40 Miliar di Semester I-2025

Next Post

Dapat Abolisi Tom Lembong Bebas Siang Ini

Next Post
Tom Lembong Diberi Abolisi Oleh Presiden Prabowo - Ist

Dapat Abolisi Tom Lembong Bebas Siang Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Semarak HUT RI ke-81, Warga Batara Parkview Cikasungka Gelar Beragam Perlombaan

Semarak HUT RI ke-81, Warga Batara Parkview Cikasungka Gelar Beragam Perlombaan

16 Agustus 2026 | 19:07
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
gempa-m77-ntt-tewaskan-14-orang

BNPB: Gempa M7,7 NTT Tewaskan 14 Orang

15 Agustus 2026 | 13:00
idx-brids-obligasi-tematik

IDX dan BRIDS Perkuat Pasar Obligasi Tematik

15 Agustus 2026 | 09:00
turkiye-saudi-pakistan-pakta-pertahanan

Turkiye, Saudi, Pakistan Sepakati Pakta Pertahanan Bersama

8 Agustus 2026 | 09:00
Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved