Jakarta, CoreNews.id – Kongres Peru secara resmi memakzulkan Presiden Dina Boluarte pada Jumat (10/10/2025) dini hari setelah meningkatnya gelombang kejahatan di seluruh negeri. Melansir AP News, sebanyak 124 anggota parlemen sepakat mencopot Boluarte tanpa ada satu pun suara penolak. Presiden perempuan pertama dalam sejarah Peru itu tidak hadir dalam sidang pemakzulan untuk membela diri.
Keputusan ini diambil hanya beberapa jam setelah insiden penembakan di sebuah konser di ibu kota Lima yang memicu kemarahan publik. Berbeda dari delapan upaya sebelumnya, hampir semua fraksi parlemen mendukung pencopotan tersebut.
Boluarte naik ke kursi presiden pada Desember 2022 menggantikan Pedro Castillo yang dimakzulkan karena berusaha membubarkan parlemen. Masa jabatannya semestinya berakhir pada Juli 2026. Hingga kini, belum jelas siapa yang akan menggantikannya, namun sesuai konstitusi, presiden Kongres akan memimpin sementara.
“Pemakzulan bukanlah solusi,” ujar Perdana Menteri Eduardo Arana, tetapi mayoritas anggota parlemen tetap bersikeras mencopot Boluarte.













