Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Pramono Bongkar Alasan Jakarta Kebanjiran

by Teguh Imam Suyudi
20 Januari 2026 | 16:00
in News
banjir-asia-2025

Ilustrasi Banjir (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan penyebab Jakarta masih dilanda banjir meskipun pemerintah telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Menurutnya, genangan yang terjadi dipicu oleh curah hujan yang jauh lebih tinggi dari perkiraan awal.

Pramono mengungkapkan, pada Sabtu (17/1), pihaknya tidak melaksanakan OMC karena prakiraan cuaca menunjukkan intensitas hujan yang tidak terlalu tinggi. Namun, realisasi di lapangan justru berbeda.

“Kenapa Sabtu dan Minggu itu tidak kita lakukan? Karena memang perkiraan kita itu curah hujannya tidak seperti itu. Begitu curah hujannya ternyata tinggi sekali, banjirnya pasti bertahan lama,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin.

Ia menyebut, curah hujan yang mengguyur Jakarta pada Sabtu mencapai 260 hingga 280 milimeter. Angka tersebut masuk kategori ekstrem dan menyebabkan sejumlah wilayah tergenang.

Melihat kondisi tersebut, Pramono langsung memerintahkan agar OMC dilakukan pada Minggu (18/1) dengan intensitas lebih tinggi. Bahkan, ia meminta tiga kali penerbangan penyemaian awan dalam sehari.

“Kemarin hari Minggu sampai tiga kali penerbangan. Saya perintahkan langsung karena Jakarta sudah pekat sejak sore,” katanya.

Menurut Pramono, tanpa OMC pada Minggu itu, dampak banjir bisa lebih meluas. Ia menilai upaya modifikasi cuaca justru membantu mempercepat surutnya genangan.

“Alhamdulillah, per tadi pagi sudah tidak ada yang terdampak lagi. Tersisa 33 RW,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan bahwa hujan yang berlangsung lama pada hari ketiga pelaksanaan OMC membuat beberapa titik genangan tidak dapat sepenuhnya dihindari.

Untuk memaksimalkan efektivitas OMC, BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian. Tujuannya adalah menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling tepat sesuai kondisi atmosfer terkini.

READ  Dramatis! Serangan AS ke Venezuela & Penculikan Maduro Terungkap: 150 Jet, 30 Menit yang Mengguncang Dunia

OMC pada Minggu (18/1) dilakukan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 dari Bandara Halim Perdanakusuma. Kegiatan ini melibatkan BPBD DKI, BMKG, TNI AU, serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.

Sorti pertama difokuskan di wilayah Selat Sunda dan Ujung Kulon untuk mengalihkan hujan ke perairan. Sorti kedua menyasar wilayah Kabupaten Serang dan Tangerang guna menekan intensitas hujan menuju Jakarta. Sementara sorti ketiga dilakukan di udara Kabupaten Tangerang untuk memecah awan potensial pembentuk hujan.

OMC sendiri telah berlangsung sejak 15 Januari dan direncanakan berlanjut hingga 20 Januari mendatang.

Tags: Banjir JakartaOMC JakartaPramono anung
Previous Post

Mulai 1 Februari 2026, 32.000 Pegawai Inti Dapur MBG Jadi ASN PPPK

Next Post

Giant Sea Wall Mulai Dibangun di Jakarta Akhir 2026

Next Post
Menurut Pramono kembali, pihaknya tidak hanya berdiam diri menanti pembangunan giant sea wall dilakukan. Pemprov Jakarta dicatat juga terus melakukan pembangunan dan perbaikan tanggul pantai, sebagai bagian dari program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)

Giant Sea Wall Mulai Dibangun di Jakarta Akhir 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

30-twibbon-tahun-baru-islam-1-muharram-1447h

30 Twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H Lengkap dengan Cara Download dan Unggahnya

24 Juni 2025 | 09:00
audi-s3-terbaru-indonesia-2026

Audi S3 Terbaru Meluncur di Indonesia, Performa Ganas 333 PS Ini Bikin Pengemudi Ketagihan!

7 April 2026 | 19:00
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

15 Juni 2026 | 08:00
qatar-vs-swiss-imbang

Qatar Curi Poin Dramatis, Tahan Imbang Swiss 1-1 Lewat Gol Injury Time di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 | 09:00
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Menurut Tulus, pendekatan tersebut menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan teknologi fotovoltaik dengan mengadopsi mekanisme fotosintesis alami yang efisien dan aman karena bakteri yang digunakan tidak bersifat patogen. Teknologi ini juga masuk kategori sel surya generasi ketiga atau third-generation solar cells yang tergolong emerging photovoltaics, khususnya bio-solar cell, dengan keunggulan menggunakan material ramah lingkungan, diproses pada suhu rendah, dan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.

BRIN Kembangkan Teknologi Sel Surya Berbasis Pigmen Fotosintesis Bakteri Ungu

15 Juni 2026 | 11:54
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved