Jakarta, CoreNews.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) menjadi prioritas utama dalam pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito menekankan bahwa validitas dan kelengkapan data dari pemerintah daerah (Pemda) menjadi kunci utama percepatan pembangunan huntap.
“Huntap ini melibatkan pemerintahan daerah. Saya akan kejar bupati dan gubernur untuk memastikan data warga terdampak benar-benar akurat,” ujar Tito di Jakarta, Minggu. 22/2/2026.
Ia menjelaskan, percepatan hunian tetap sangat penting agar warga yang rumahnya rusak berat atau hilang segera memperoleh kepastian tempat tinggal. Pendataan harus dilakukan secara detail agar bantuan tepat sasaran.
Selain hunian tetap, Tito juga menyoroti pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan permanen dua jalur yang menggantikan jembatan sementara yang roboh akibat bencana. Jalur tersebut merupakan akses strategis penghubung Medan–Banda Aceh yang kerap dilalui kendaraan logistik bertonase besar.
Tito mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum untuk mempercepat pembangunan jembatan permanen di lokasi terdampak.
Di sisi lain, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan, seperti lumpur yang belum sepenuhnya tertangani serta sekitar 1.500 hektare sawah yang belum pulih. Pemerintah juga mempertimbangkan pembangunan sabo dam dan penguatan tanggul guna mencegah banjir susulan.
Mendagri menegaskan, melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan Pemda, percepatan pembangunan huntap dan infrastruktur di Aceh diharapkan berjalan efektif sehingga pemulihan masyarakat berlangsung menyeluruh.













