Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Biaya dan Tantangan Bangun SOC

by Teguh Imam Suyudi
5 Maret 2026 | 18:00
in Tekno
pengamanan-berlapis-data-center-ri

Ilustrasi Pusat Data dibuat oleh ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Membangun Security Operations Center (SOC) kini menjadi prioritas bagi banyak organisasi di kawasan Asia Pasifik. Namun, di balik rencana tersebut, perusahaan menghadapi realitas biaya, waktu implementasi, dan tantangan operasional yang tidak sederhana.

Studi terbaru dari perusahaan keamanan siber Kaspersky menunjukkan bahwa rata-rata anggaran global untuk membangun SOC mencapai sekitar 2 juta dolar AS. Meski demikian, angka tersebut menyembunyikan perbedaan besar antarnegara dan skala organisasi.

Di kawasan Asia Pasifik, mayoritas perusahaan memilih anggaran lebih konservatif. Sekitar 93 persen organisasi di wilayah ini merencanakan anggaran di bawah 1 juta dolar AS untuk membangun SOC. Di Indonesia, persentasenya bahkan mencapai 91 persen.

Meski demikian, sebagian organisasi tetap mengalokasikan dana jauh lebih besar. Dalam beberapa kasus, investasi SOC dapat mencapai hingga 5 juta dolar AS, dengan rata-rata implementasi sekitar 3,5 juta dolar AS, terutama bagi perusahaan dengan infrastruktur TI yang lebih kompleks.

Menurut Kepala Konsultasi SOC di Kaspersky, Roman Nazarov, 4/3/2026, investasi awal biasanya difokuskan pada lisensi perangkat lunak dan perangkat keras. Namun biaya operasional jangka panjang—terutama gaji tenaga ahli keamanan siber—sering kali menjadi komponen terbesar dalam total biaya kepemilikan.

Dari sisi waktu implementasi, sekitar 69 persen organisasi di Asia Pasifik memperkirakan pembangunan SOC dapat selesai dalam 6 hingga 12 bulan. Sementara itu, sekitar 25 persen perusahaan memproyeksikan proses tersebut memakan waktu hingga dua tahun.

Namun tantangan terbesar tidak selalu terkait teknologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa 34 persen perusahaan kesulitan mengukur efektivitas SOC. Evaluasi biasanya menggunakan indikator seperti Return on Investment (ROI), Mean Time to Detect (MTTD), dan Mean Time to Response (MTTR).

READ  Data Center RI Terancam? Ini Strategi Pengamanan Berlapis yang Jadi Kunci Ketahanan Infrastruktur Digital Nasional!

Selain itu, organisasi juga menghadapi hambatan biaya investasi awal yang tinggi (33 persen) serta kompleksitas integrasi berbagai sistem keamanan (30 persen). Keterbatasan talenta keamanan siber juga menjadi masalah signifikan, dengan 29 persen perusahaan menyebut kurangnya keahlian internal.

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menilai diskusi tentang SOC kini telah bergeser. Bagi banyak perusahaan, pertanyaannya bukan lagi bagaimana membangunnya, melainkan bagaimana membuktikan nilai strategis dari investasi keamanan siber tersebut.

Tags: Cyber SecurityDigital SecurityKeamanan SiberSOC
Previous Post

Transaksi Rata-Rata Naik 24% Selama Ramadan dan Lebaran, BSI Perkuat Layanan Digital

Next Post

ALS Tegaskan Peran Indonesia di ASEAN

Next Post
als-peran-indonesia-asean

ALS Tegaskan Peran Indonesia di ASEAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Ra Kartini

RA Kartini: Cahaya Perempuan Nusantara yang Tak Pernah Padam

21 April 2025 | 11:23
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
jika remot TV tidak bisa ganti channel

Penyebab Remote TV Tidak Bisa Pindah Channel

29 Agustus 2023 | 14:24
“Kontol Sapi” Kue Unik Khas Banten, Mau Coba?

“Kontol Sapi” Kue Unik Khas Banten, Mau Coba?

17 Mei 2024 | 21:11
Regulasi tersebut terbukti mampu memperkuat kinerja. Diantaranya, nilai aset perusahaan penjaminan mencapai Rp 47,52 triliun per Februari 2026. Nilai itu tumbuh sebesar 1,99% Year on Year (YoY)

OJK Telah Terbitkan 5 Regulasi Untuk Perkuat Industri Penjaminan

21 April 2026 | 11:51
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Berjalan, Pemerintah Targetkan 800 Ribu Lapangan Kerja

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Berjalan, Pemerintah Targetkan 800 Ribu Lapangan Kerja

21 April 2026 | 11:53
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved