Jakarta, CoreNews.id – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak menargetkan pembentukan 750 Batalyon Teritorial Pembangunan hingga tahun 2029. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan satu batalyon di setiap kabupaten di Indonesia.
Maruli mengatakan, setiap tahun TNI AD menargetkan pembentukan sekitar 150 batalyon baru, ditambah batalyon kecabangan seperti Kavaleri, Armed, dan Zeni. Menurutnya, respons masyarakat terhadap pembangunan batalyon sejauh ini sangat positif.
“Hampir di seluruh tempat, malah sekarang mereka menanyakan, ‘di kabupaten kami kapan?’,” ujar Maruli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah daerah yang terkendala persoalan lahan pembangunan pangkalan. Namun, persoalan tersebut dapat diselesaikan setelah adanya penjelasan kepada masyarakat.
Maruli menegaskan, pembentukan batalyon akan diprioritaskan di wilayah perbatasan dibanding Pulau Jawa. Selain fungsi pertahanan, Batalyon Teritorial Pembangunan juga akan dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, penanganan bencana, hingga mendukung program pangan pemerintah.













