Jakarta, CoreNews.id – Perusahaan keamanan siber Kaspersky mencatat hampir 40 juta ancaman siber pada perangkat pengguna di Indonesia sepanjang 2025. Data telemetri perusahaan menunjukkan sebanyak 39.718.903 insiden ancaman lokal terdeteksi pada komputer pengguna di dalam negeri.
Data tersebut diperoleh dari pengguna sukarela yang tergabung dalam Kaspersky Security Network (KSN) sepanjang Januari–Desember 2025. Secara keseluruhan, sekitar 31,5 persen pengguna di Indonesia terdampak ancaman lokal selama periode tersebut.
Jika dirata-ratakan, terdapat lebih dari 108 ribu insiden keamanan siber per hari. Sebagian besar ancaman berasal dari perangkat penyimpanan eksternal seperti USB drive, CD, atau DVD, yang menjadi media penyebaran worm dan virus file.
Dalam pemetaan global, Indonesia berada di peringkat ke-71 negara dengan tingkat deteksi ancaman pada perangkat. Sementara lima negara dengan tingkat infeksi tertinggi adalah Turkmenistan, Tajikistan, Afghanistan, Uzbekistan, dan Yaman.
Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, 9/3/2026, mengatakan tren kerja jarak jauh atau work from home (WFH) dapat meningkatkan risiko keamanan siber jika tidak disertai perlindungan yang memadai.
Menurut dia, perangkat kerja seperti laptop dan ponsel yang digunakan di luar jaringan kantor tetap harus dilindungi layaknya perangkat di dalam sistem perusahaan. “Karyawan juga perlu melindungi perangkat dengan kata sandi dan memperhatikan keamanan saat bekerja di luar kantor,” ujarnya.
Kaspersky menyarankan pekerja memperbarui perangkat lunak secara rutin, mencadangkan data, menggunakan VPN perusahaan, serta meningkatkan literasi keamanan siber untuk mengurangi risiko serangan digital.













