Jakarta, CoreNews.id — Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi reksa dana, Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menyelenggarakan Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana di Jakarta (20/4/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026. APRDI juga menggelar kompetisi kreatif berupa lomba penulisan artikel untuk wartawan dan pembuatan konten digital bagi mahasiswa, dengan total hadiah mencapai Rp55 juta.
Menurut Ketua Presidium Dewan APRDI Lolita Liliana, Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana sebagai bagian penguatan literasi dan merupakan kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan industri. Penguatan literasi terbukti berimbas pada pertumbuhan industri reksa dana yang sifnifikan pada 2025. “Semua itu mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional,” katanya.
Sebagai informasi, industri reksa dana Indonesia dicatat tumbuh positif sepanjang 2025. Seperti misalnya dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana meningkat menjadi Rp679,24 triliun pada akhir 2025, atau tumbuh 35,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total dana kelolaan investasi juga meningkat 25,19 persen menjadi Rp1.007,65 triliun.
Selain itu, reksa dana saham hadirkan imbal hasil tertinggi sebesar 17,23 persen, sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 22,13 persen sepanjang 2025. Dan hingga akhir 2025, jumlah investor reksa dana mencapai 19,2 juta single investor identification (SID), naik 3,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total investor yang ada, 54,24 persen berasal dari kalangan muda berusia di bawah 30 tahun.*













