Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

PGE Catat Kinerja Positif dan Tunjuk Direktur Keuangan Baru di RUPST 2025

by Teguh Imam Suyudi
21 April 2026 | 22:00
in Bisnis
pge-listrik-andal-idulfitri-2026

PGE Area Lahendong (Foto: Dok. PGE)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Para pemegang saham menyetujui laporan keuangan konsolidasian dan menunjuk Fransetya Hutabarat sebagai Direktur Keuangan baru.

PGE membukukan kinerja operasional tertinggi sepanjang sejarah. Produksi mencapai 5.095,48 GWh atau naik 5,55% dibanding 2024. Capaian ini didorong beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW.

Dari sisi keuangan, perseroan mencatat pendapatan US$432,73 juta dan laba bersih US$137,67 juta. EBITDA meningkat 1,94% menjadi US$330,35 juta dengan margin 76,34%. Fundamental yang solid ini menjadi modal ekspansi menargetkan kapasitas 1 GW pada 2028.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyatakan, tahun 2025 menjadi fondasi penting mewujudkan visi sebagai produsen panas bumi kelas dunia. “PGE terus mengakselerasi pertumbuhan lewat optimalisasi aset, ekspansi bisnis, dan diversifikasi pendapatan,” ujarnya.

Fransetya Hutabarat resmi menjabat Direktur Keuangan menggantikan Yurizki Rio. Berpengalaman lebih dari 25 tahun di korporat lintas sektor, ia diharapkan menjaga kesinambungan strategi dan memperkuat kinerja keuangan.

RUPST juga mengesahkan perubahan anggaran dasar untuk mengembangkan pendapatan baru di bidang pengolahan data dan infrastruktur komputasi. PGE optimistis momentum ini mempercepat transisi energi bersih Indonesia.

READ  IEE Series 2026 Hadirkan Indonesia Energy Week Surabaya, Perkuat Ekosistem Manufaktur dan Energi di Jawa Timur
Tags: Energi BersihPanas BumiPGE
Previous Post

OJK Sambut Pengakuan MSCI, Pasar Modal Indonesia Dinilai Makin Kredibel

Next Post

Komisi Reformasi Polri Tunggu Waktu Prabowo Bahas Rekomendasi

Next Post
Komisi Reformasi Polri Tunggu Waktu Prabowo Bahas Rekomendasi

Komisi Reformasi Polri Tunggu Waktu Prabowo Bahas Rekomendasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

23 Oktober 2026 | 11:24
qatar-turkiye-pakistan-indonesia-kerja-sama-pertahanan

Qatar, Turkiye, Pakistan, Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertahanan

23 Oktober 2026 | 08:00
Menurut Hasan, besarnya sanksi tersebut menjadi rekor denda terbesar sepanjang sejarah OJK. OJK juga tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berat apabila pelanggaran yang dilakukan memang menuntut konsekuensi hukum yang berat. Khusus penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal tidak berhenti pada sanksi administratif. Jika hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut menemukan dugaan tindak pidana yang didukung bukti cukup, perkara dapat ditindaklanjuti melalui proses penyidikan dan jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

OJK Jatuhkan Denda Rp 2,52 Triliun pada Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal

23 Oktober 2026 | 15:53
dki-jakarta-transportasi-gratis-pencari-kerja-2027

DKI Jakarta Gratiskan Transportasi Bagi Pencari Kerja Mulai 2027

23 Oktober 2026 | 09:00
ini-3-sektor-dengan-pertumbuhan-laba-bersih-tertinggi-2025

Ini 3 Sektor di BEI dengan Pertumbuhan Laba Bersih Tertinggi di Semester I-2025

4 Agustus 2025 | 18:00
Menurut Firman, penurunan GWM sebesar satu poin persentase diperkirakan dapat menambah likuiditas perbankan sekitar Rp90 triliun. Kebijakan ini ditempuh untuk menyeimbangkan likuiditas di pasar uang dan perbankan di tengah pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dana pihak ketiga (DPK).

BI Turunkan GWM 2 Persen

23 Oktober 2026 | 16:49
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved