Jakarta, CoreNews.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Para pemegang saham menyetujui laporan keuangan konsolidasian dan menunjuk Fransetya Hutabarat sebagai Direktur Keuangan baru.
PGE membukukan kinerja operasional tertinggi sepanjang sejarah. Produksi mencapai 5.095,48 GWh atau naik 5,55% dibanding 2024. Capaian ini didorong beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW.
Dari sisi keuangan, perseroan mencatat pendapatan US$432,73 juta dan laba bersih US$137,67 juta. EBITDA meningkat 1,94% menjadi US$330,35 juta dengan margin 76,34%. Fundamental yang solid ini menjadi modal ekspansi menargetkan kapasitas 1 GW pada 2028.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyatakan, tahun 2025 menjadi fondasi penting mewujudkan visi sebagai produsen panas bumi kelas dunia. “PGE terus mengakselerasi pertumbuhan lewat optimalisasi aset, ekspansi bisnis, dan diversifikasi pendapatan,” ujarnya.
Fransetya Hutabarat resmi menjabat Direktur Keuangan menggantikan Yurizki Rio. Berpengalaman lebih dari 25 tahun di korporat lintas sektor, ia diharapkan menjaga kesinambungan strategi dan memperkuat kinerja keuangan.
RUPST juga mengesahkan perubahan anggaran dasar untuk mengembangkan pendapatan baru di bidang pengolahan data dan infrastruktur komputasi. PGE optimistis momentum ini mempercepat transisi energi bersih Indonesia.













