Jakarta, CoreNews.id – Biaya jalur cepat di Terusan Panama melonjak hingga 4 juta dolar AS atau sekitar Rp68,7 miliar. Lonjakan ini terjadi akibat gangguan pelayaran global imbas blokade Selat Hormuz.
Gangguan dipicu konflik di Iran yang membuat jalur perdagangan utama tidak berfungsi normal. Banyak perusahaan pelayaran pun beralih ke Terusan Panama sebagai rute alternatif.
Akibatnya, kepadatan meningkat tajam dengan waktu tunggu mencapai 3,5 hari untuk memasuki kanal sepanjang 82 kilometer tersebut. Persaingan antar kapal mendorong kenaikan biaya jalur cepat melalui sistem lelang.
Sebuah kapal LPG dilaporkan membayar hingga 4 juta dolar AS, naik empat kali lipat dibanding awal bulan. Biaya ini di luar tarif normal yang hanya ratusan ribu dolar.
Lonjakan permintaan juga dipicu negara-negara Asia yang mencari pasokan energi dari Amerika Serikat. Otoritas Terusan Panama menyebut kenaikan biaya mencerminkan kondisi pasar yang bersifat sementara.













